Menlu Saudi Tepis Laporan PBB Terkait Perang Yaman

Arpan Rahman    •    Rabu, 06 Sep 2017 18:31 WIB
konflik yaman
Menlu Saudi Tepis Laporan PBB Terkait Perang Yaman
Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir dalam pertemuan OKI di Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. (Foto: AFP/OZAN KOSE)

Metrotvnews.com, Riyadh: Arab Saudi membantah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait keterlibatan Riyadh dalam konflik berkepanjangan yang memporak-porandakan Yaman.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sky News, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menuduh Agensi Hak Asasi Manusia PBB bias dalam menyusun laporan tersebut.

Selama dua setengah tahun Arab Saudi memimpin sebuah koalisi yang memerangi Houthi, kelompok pemberontak yang didukung Iran, di Yaman. Serangkaian serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi telah menyebabkan kehancuran banyak infrastruktur di negara tersebut.

Laporan PBB menyalahkan koalisi pimpinan Arab Saudi atas sebagian besar korban tewas dari kalangan warga sipil, di mana 1.000 di antaranya adalah anak-anak.

Al-Jubeir menegaskan para penulis itu mengabaikan cerita versi Arab Saudi dalam laporan tersebut.

"Kami mengundang PBB untuk datang dan mendiskusikannya dengan kami. Kami mengundang PBB untuk datang dan melihat bagaimana kita memilih target dan bagaimana kami melakukan operasi, dan tidak ada satupun dari mereka yang datang," katanya seperti disitir Sky News, Rabu 6 September 2017. 

Laporan PBB mengatakan sebuah "malapetaka buatan manusia" sedang berlangsung di Yaman. Seribu orang tewas, lebih dari 8.000 terluka. 

Kelaparan dan Wabah Kolera

Konflik di Yaman juga memicu kelaparan serta wabah kolera yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Arab Saudi menuduh pemberontakan Houthi sebagai pemicu perang di Yaman. Al-Jubeir menegaskan kampanye militernya di Yaman layak dilakukan.

"Houthi pada satu titik menguasai mayoritas wilayah. Sekarang mereka mengendalikan kurang dari 20 persen dan semua ini terjadi dalam waktu kurang dari tiga tahun," kata al-Jubeir.

Riyadh mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melawan pemberontak Houthi yang telah menguasai ibu kota Sanaa.

Meskipun ribuan serangan udara dan blokade Yaman dari laut dan udara, koalisi pimpinan Saudi gagal mengusir separatis Houthi. 

Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan bahwa serangan yang sedang berlangsung menghambat upaya penting untuk membantu masyarakat Yaman.


(WIL)