Irak Tahan 1.400 Istri dan Anak-anak Militan ISIS

Sonya Michaella    •    Senin, 11 Sep 2017 09:46 WIB
isis
Irak Tahan 1.400 Istri dan Anak-anak Militan ISIS
Bendera lambang ISIS. (Foto: AFP)

Metrtotvnews.com, Baghdad: Otoritas Irak telah menahan setidaknya 1.400 orang wanita dan anak-anak yang dicurigai memiliki hubungan dengan militan Islamic State (ISIS). 

Dilaporkan, sebagian besar berasal dari Turki. Sedangkan lainnya banyak yang berasal dari Tajikistan, Azerbaijan, dan Rusia. Beberapa di antaranya diketahui adalah orang Asia, Prancis dan Jerman.

Wanita-wanita, yang diduga adalah istri militan ISIS, dan anak-anak ini ditahan di sebuah di kamp Irak di selatan Mosul. Sebagian besar sudah sampai sejak 30 Agustus, saat pasukan Irak menendang ISIS keluar dari Mosul. 

Dikutip dari Guardian, Senin 11 September 2017, seorang petugas masih memverifikasi kewarganegaraan istri-istri dengan negara asalnya karena banyak yang sudah tak punya dokumen asli. 

"Kami menahan keluarga ISIS di bawah langkah keamanan yang ketat. Kami menunggu perintah untuk menghadapi mereka," ucap Kolonel Angkatan Darat Ahmed al-Taie dari pasukan operasi Nineveh Mosul. 

Ia menambahkan, pasukan juga memperlakukan para tahanan dengan baik. Setelah diinterogasi, banyak ditemukan bahwa mereka disesatkan oleh propaganda ISIS.

Pengakuan ini datang dari salah seorang tahanan perempuan berkerudung asal Chenchnya yang mengungkapkan bahwa ia ingin kembali ke Prancis. Namun, ia tak tahu bagaimana caranya. 

Ia mengaku dibawa suaminya ke Irak dan memang suaminya telah bergabung dengan ISIS. 

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan, Irak akan bernegosiasi dengan masing-masing kedutaan besar untuk mengembalikan para tahanan ke negara asalnya. Pasalnya, Irak tak bisa menampung begitu banyak tahanan dalam waktu cukup lama. 


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

9 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA