Militan Perempuan Ledakkan Diri di Turki, Dua Orang Tewas

Arpan Rahman    •    Kamis, 24 Nov 2016 23:01 WIB
bom guncang turki
Militan Perempuan Ledakkan Diri di Turki, Dua Orang Tewas
Petugas mencoba memadamkan api akibat ledakan bom mobil di Adana, Turki, 24 November 2016. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Adana: Dua orang tewas dan 16 lainnya terluka dalam ledakan bom mobil di Turki selatan. Serangan diyakini dilakukan seorang militan perempuan.

Bom meledak di tempat parkir kantor gubernur wilayah Adana, tepatnya di dekat pintu masuk kendaraan. Ledakan memicu kebakaran dan asap hitam membumbung tinggi ke langit.

Menurut kantor berita pemerintah Anadolu, kuatnya ledakan merusak kantor gubernur Adana. Ledakan ini dinilai sebagai 'serangan teror'.

"Serangan diyakini dilakukan seorang perempuan," kata gubernur, tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Tidak ada petunjuk mengenai motif di balik serangan terbaru seperti disitir Daily Mail, Kamis (24/11/2016).

Seperti serangan-serangan sebelumnya, otoritas Turki melarang media menyiarkan rekaman insiden ledakan.

Namun, Menteri Turki Urusan Uni Eropa, Omer Celik, menulis di Twitter: "Teror terkutuk ini terus menargetkan orang-orang kami. Kami akan melawan teror sampai penghabisan atas nama kemanusiaan."

Adana, dengan populasi hampir dua juta jiwa, adalah salah satu kota terbesar di Turki, terletak sekitar 96,5 kilometer dari perbatasan Suriah.



Potensi Teror

September silam, konsulat Amerika Serikat (AS) di Adana memperingatkan warganya akan potensi ancaman keamanan yang menargetkan hotel-hotel dengan label Negeri Paman Sam.

Pangkalan udara Incirlik, berada di luar Adana, digunakan pasukan AS dan koalisi sebagai basis serangan udara terhadap kelompok militan Islamic State (ISIS) di negara tetangga Suriah.

Tahun ini, Turki dilanda serangan militan berdarah di dua kota terbesar yang menelan puluhan jiwa dan membuat pemerintah memberlakukan peringatan keamanan level tinggi.

Militan Kurdi telah dua kali beraksi di Ankara dalam serangan mematikan. Sementara pelaku bom bunuh diri diduga ISIS telah beraksi di Istanbul pada tiga kesempatan.

Pada Juni, 47 orang tewas dalam tiga bom bunuh diri dan serangan kelompok bersenjata di bandara Ataturk, Istanbul. Otoritas menuding ISIS sebagai dalang serangan.

Sebanyak 57 orang, 34 dari mereka anak-anak, tewas pada Agustus dalam serangan bunuh diri yang dilakukan seorang pengebom terkait militan ISIS di tengah pesta pernikahan Kurdi di tenggara kota Gaziantep.

Turki masih belum pulih dari percobaan kudeta pada 15 Juli. Turki menuding kudeta digerakkan ulama Islam yang hidup terasing di AS, Fethullah Gulen. Gagalnya kudeta memicu pembersihan massal tanpa henti oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan terhadap para pendukung Gulen di semua lembaga negara.





(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA