Membuka Peluang Ekonomi Baru Indonesia di Uni Komoro

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 30 Oct 2018 21:07 WIB
Membuka Peluang Ekonomi Baru Indonesia di Uni Komoro
Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede serahkan surat kepercayaan kepada Presiden Uni Komoro Azali Assoumani. (Foto: KBRI Tanzania).

Moroni: Indonesia bertekad memperkuat hubungan bilateral dengan Uni Komoro. Hal ini disampaikan Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede kepada Presiden Uni Komoro Azali Assoumani.
 
Dalam penyerahan surat kepercayaan presiden RI pada 23 Oktober lalu, penguatan akan diperkuat di tiga bidang. "RI ingin untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral dengan Uni Komoro di bidang ekonomi, sosial budaya, khususnya pendidikan dan pelatihan, serta politik, termasuk isu-isu multilateral dan pencalonan di berbagai organisasi internasional," demikian dikutip dari keterangan KBRI Tanzania, Selasa, 30 Oktober 2018.
 
Terkait hubungan perdagangan bilateral, tercatat adanya peningkatan nilai perdagangan signifikan antara Indonesia dan Uni Komoro dari USD3,8 juta pada 2016, menjadi USD14,05 juta pada 2017. "Ke depannya, Pemerintah Indonesia akan terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Uni Komoro di berbagai bidang," imbuh dia.
 
Ratlan juga mempromosikan peluang beasiswa, studi, dan berbagai program pengembangan kapasitas di Indonesia. Hal ini masuk melalui skema beasiswa KNB maupun program kerja sama teknis.
 
Presiden Uni Komoro mengapresiasi berbagai bantuan yang telah diberikan Indonesia kepada Uni Komoro, baik itu beasiswa maupun berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi masyarakat Uni Komoro.
 
Dia menyampaikan keinginannya mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat ini. Tentunya untuk memperkuat kerja sama bilateral antara kedua negara.
 
"Sebagai sesama negara mayoritas muslim dan juga negara kepulauan, beliau mengungkapkan keyakinannya akan potensi kerja sama bilateral RI-Uni Komoro yang besar. Presiden Uni Komoro secara khusus mengundang para pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Uni Komoro di sektor pariwisata dan perikanan," kata KBRI Tanzania.
 
Sementara itu di kesempatan terpisah, Menlu Uni Komoro memberikan pengakuan atas peran kepemimpinan Indonesia dalam Gerakan Non Blok maupun dalam Organisasi Kerja Sama Islam.
 
Uni Komoros merupakan negara kepulauan yang berada di Afrika Timur. Beribukotakan Moroni, Uni Komoros secara de facto terdiri dari tiga pulau, yaitu pulau Gazija (Grande Comore), Anjouan dan Moheli. Sejumlah komoditas unggulan Uni Komoro antara lain Vanilla, ylang-ylang (bahan baku utama parfum), cengkeh, dan kopra yang diekspor ke berbagai negara.
(FJR)