Tenggat Waktu bagi Qatar untuk Penuhi Tuntutan Diperpanjang

Willy Haryono    •    Senin, 03 Jul 2017 12:44 WIB
kisruh qatar
Tenggat Waktu bagi Qatar untuk Penuhi Tuntutan Diperpanjang
Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Riyadh: Arab Saudi dan tiga negara lainnya memperpanjang tenggat waktu hingga 48 jam ke depan bagi Qatar untuk memenuhi serangkaian tuntutan terkait kisruh diplomatik saat ini. 

Sebelumnya, Qatar mengaku tidak akan memenuhi 13 poin tuntutan yang dilayangkan negara-negara teluk, di mana tenggat waktunya berakhir pada Minggu 2 Juli 2017. 

Menurut pernyataan gabungan di kantor berita nasional Saudi Press Agency (SPA), Arab Saudi dan tiga negara menerima permohonan dari Kuwait agar tenggat waktu diperpanjang hingga dua hari ke depan. 

Kantor berita KUNA melaporkan bahwa Kuwait telah menerima respons dari Qatar terkait 13 poin tuntutan negara-negara Teluk. 

Meski tidak disebutkan apakah Qatar akan menolak atau mematuhi tuntutan, Emir Kuwait Syekh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah telah meminta Arab Saudi dan tiga negara lainnya untuk memberikan tambahan waktu. 

Empat negara teluk - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir - memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menjatuhkan serangkaian sanksi pada 5 Juni 2017. Mereka menuduh Doha mendukung terorisme. Qatar membantahnya. 

Setelah lebih dari dua pekan usai krisis, keempat negara memberikan Qatar serangkaian daftar tuntutan dan tenggat waktu 10 hari. 

Dalam daftar itu, beberapa tuntutan meminta Doha memutus hubungan dengan grup teroris, menutup kantor berita Al Jazeera, menurunkan kemitraan dengan Iran dan menutup pangkalan udara Turki di Qatar.

Berbicara kepada awak media di Roma, seperti dikutip Asharq al-Awsat, Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani berkata: "Daftar tuntutan ini akan ditolak. Tidak akan diterima. Kami bersedia terlibat dialog lebih jauh jika kondisinya sesuai."

 


(WIL)