Gadis Remaja Jerman yang Gabung ISIS Menyesal dan Mau Pulang

Arpan Rahman    •    Senin, 24 Jul 2017 20:50 WIB
isis
Gadis Remaja Jerman yang Gabung ISIS Menyesal dan Mau Pulang
Sejumlah sumber meyakini seorang gadis yang ditahan di Mosul adalah warga Jerman. (Foto: Facebook)

Metrotvnews.com, Baghdad: Seorang gadis remaja asal Jerman yang bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS) sekarang ditahan di Irak. Ia mengungkapkan penyesalan bergabung dengan ISIS dan berharap bisa pulang kembali ke keluarganya.

Majalah Der Spiegel melaporkan empat wanita Jerman bergabung dengan ISIS dalam beberapa tahun terakhir, termasuk seorang gadis berusia 16 tahun dari kota kecil Pulsnitz dekat Dresden. Gadis itu kini ditahan di sebuah penjara Irak dan mendapat bantuan konsuler.

Lorenz Haase, jaksa penuntut umum senior di Dresden, mengatakan dia dapat mengonfirmasi remaja tersebut bernama Linda Wenzel. Saat ini, Wenzel telah "berada dan diidentifikasi di Irak". Ia mendapat bimbingan konsuler. Namun sang jaksa tidak dapat mengatakan apapun mengenai kondisi Wenzel yang sesungguhnya.

Stasiun penyiaran Jerman NDR dan WDR serta surat kabar Sueddeutsche Zeitung telah mewawancarai Wenzel di rumah sakit sebuah kompleks militer di Baghdad. Si gadis mengaku kepada mereka bahwa dia ingin pergi dari ISIS.

"Saya hanya mau pergi dari sini," katanya seperti dikutip media. "Saya ingin melepaskan diri dari perang, dari berbagai senjata, dari kegaduhan," ucapnya.

Dia menambahkan: "Saya hanya ingin pulang ke keluarga saya."

Ditangkap di Mosul

Dilaporkan bahwa gadis itu memiliki bekas luka tembak di paha kiri dan di lutut kanan. Luka-luka tersebut diakibatkan serangan helikopter.

"Saya baik-baik saja," katanya, seperti dikutip The Guardian, Senin 24 Juli 2017.

Jaksa Jerman mengatakan pada pekan lalu bahwa mereka memeriksa laporan tentang seorang gadis berusia 16 tahun yang diselidiki karena mendukung ISIS. Dia termasuk di antara lima wanita yang ditangkap di kota Mosul, Irak, di mana pasukan Irak mengumumkan kemenangan atas ISIS awal bulan ini.

Otoritas Jerman telah menyelidiki seorang gadis remaja asal Pulsnitz yang hilang pada musim panas lalu karena diduga melakukan kontak dengan kelompok militan tentang mempersiapkan kemungkinan tindakan terorisme.

Selasa pekan lalu, Haase mengatakan remaja tersebut melakukan perjalanan ke Turki sekitar setahun lalu dengan tujuan hendak mencapai Irak atau Suriah. 


(WIL)