Arab Saudi Dituding Lakukan Kejahatan Perang di Yaman

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 13 Sep 2017 04:00 WIB
konflik yaman
Arab Saudi Dituding Lakukan Kejahatan Perang di Yaman
Kehancuran di Distrik Faj Attan, Yaman akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Dubai: Lembaga pemantau hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) menuding persekutuan antarbangsa pimpinan Arab Saudi, yang berperang di Yaman, melakukan kejahatan perang.

Lembaga itu mengatakan, serangan udara sekutu tersebut telah menewaskan 39 warga, termasuk 26 anak-anak sepanjang dua bulan.

Direktur HRW untuk kawasan Timur Tengah, Sarah Leah Whitson mengatakan, janji berulang dari sekutu pimpinan Arab Saudi untuk menggelar serangan udara sesuai dengan aturan ternyata tidak membuat anak-anak di Yaman aman dari serangan tidak bertanggung jawab itu

"Hal ini membuat PBB perlu untuk segera memasukkan koalisi dari daftar para pelanggar aturan perang karena membunuh anak-anak dalam perang," kata dia seperti dilansir dari Antara, Rabu 13 September 2017.

Lima serangan udara sekutu Teluk, yang menghancurkan rumah milik empat keluarga dan sebuah toko bahan makanan, dilakukan sengaja atau tidak bertanggung jawab, sehingga menyebabkan kematian warga dan melanggar hukum perang antarbangsa.

Sekutu berulang kali membantah tudingan kejahatan perang dan mengatakan bahwa serangan mereka sepenuhnya menyasar gerakan bersenjata Houthi dan bukan warga.

Yaman adalah negara dilanda perang saudara, dengan pihak pemerintah, yang didukung persekutuan antarbangsa beranggotakan sejumlah negara besar, seperti, Amerika Serikat dan Inggris, berupaya menumpas kelompok Houthi dukungan Iran, yang kini menguasai sebagian besar daerah utara Yaman, termasuk Ibu Kota Sanaa.

Pada 4 Agustus, pesawat koalisi membombardir sebuah rumah di Saada, sehingga menewaskan sembilan orang anggota keluarga, termasuk di antaranya enam anak berusia antara tiga sampai 12 tahun.

Pada 3 Juli, sebuah serangan udara menewaskan delapan anggota keluarga di Provinsi Taiz, termasuk sang ibu dan anak perempuan yang baru berusia delapan tahun.

HRW mengaku sudah mewawancara sembilan anggota keluarga dan sejumlah saksi yang mengalami lima serangan udara antara 9 Juni sampai dengan 4 Agustus. Mereka tidak menemukan adanya target militer potensial di dekat lokasi kejadian.

Perang saudara di Yaman kini telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, membuat lebih dari tiga juta orang mengungsi dan merusak sebagian infrastruktur negara yang miskin itu.

Koalisi internasional pimpinan Riyadh pertama kali dibentuk pada 2015 untuk memerangi Houthi dan sempalan tentara yang sering menembakkan rudal ke arah kerajaan keluarga Saud.

HRW mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggelar penyelidikan mandiri terkait pelanggaran aturan perang itu pada September ini. Pada Senin, PBB sudah memastikan 5.144 kematian warga di Yaman, sebagian besar akibat serangan udara sekutu.


(AZF)