Lewat Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, RI Dorong Kontribusi di MIKTA

Sonya Michaella    •    Sabtu, 26 Nov 2016 08:12 WIB
mikta
Lewat Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, RI Dorong Kontribusi di MIKTA
Pertemuan Tingkat Menteri MIKTA ke-8 di Sydney, Australia (Foto: Dok. Kemlu RI)

Metrotvnews.com, Sydney: Operasi penjaga perdamaian membantu menciptakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di daerah konflik. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat menjadi pembicara utama di pertemuan tingkat menteri ke-8 MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia).
 
"MIKTA harus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian, keamanan dan stabilitas dunia termasuk melalui Operasi Penjaga Perdamaian PBB," ucap Menlu Retno, seperti keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (26/11/2016)
 
Menlu Retno juga menegaskan pentingnya operasi penjaga perdamaian PBB selalu menghormati prinsip-prinsip dasar seperti persetujuan pihak yang sedang konflik, tidak memihak, serta penggunaan kekuatan militer yang minimal. 

"Pentingnya mengubah pendekatan pasukan penjaga perdamaian PBB, dari reaktif menjadi preventif," lanjutnya.
 
Mengingat semua Negara MIKTA adalah kontributor aktif kepada pasukan penjaga perdamain PBB, untuk memperkuat kontribusi MIKTA, Menlu Retno menyampaikan perlunya untuk meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam operasi perdamaian PBB.



Ditambahkannya, peran perempuan yang lebih besar akan dapat mengisi kekosongan dalam komunikasi dan meningatkan rasa aman bagi perempuan dan anak-anak di daerah konflik. Selain itu peran perempuan juga akan dapat meningkatkan gender mainstreaming serta kontribusi perempuan dalam pembangunan dan perdamaian.

"Peran pasukan penjaga perdamaian perempuan dapat membantu meningkatkan efektifitas advokasi kepada perempuan dan anak-anak di daerah konflik mengenai pentingnya perdamaian," tutur mantan duta besar RI di Belanda ini.
 
Lebih lanjut Menlu Retno meyampaikan pentingnya agar kapasitas dan response time pasukan penjaga perdamaian dari Negara MIKTA terus di tingkatkan. Dalam hal ini, Menlu RI menawarkan penggunaan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) di Sentul sebagai center of excellence dalam peningkatan kapasitas pasukan penjaga perdamaian dari MIKTA.

"Kita harus pastikan pasukan penjaga perdamaian dari MIKTA memiliki kemampuan dan perlengkapan yang tinggi," tegasnya lagi.
 
Menlu Retno juga mendorong agar langkah-langkah terus diambil untuk mencegah adanya pelanggaran termasuk kekerasan seksual yang dilakukan oleh pasukan penjaga perdamaian PBB terhadap masyarakat didaerah konflik. Selain itu Menlu Retno juga  mengusulkan penggunaan metode baru seperti pendekatan kepada komunitas lokal dan penggunaan teknologi sebagai elemen penting yang harus dimiliki Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.

"Pasukan penjaga perdamaian harus senantiasa memenangkan hati dan pikiran komunitas di daerah konflik, oleh karena pendekatan-pendekatan yang outside the box dan innovative perlu terus dikembangkan," ungkapnya.
 

(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA