Erdogan Tuduh Belanda Bantai 8.000 Muslim di Srebrenica

Willy Haryono    •    Rabu, 15 Mar 2017 21:17 WIB
protes belanda
Erdogan Tuduh Belanda Bantai 8.000 Muslim di Srebrenica
Presiden Receyp Tayyip Erdogan di Istanbul, 12 Maret 2017. (Foto: AFP/OZAN KOSE)

Metrotvnews.com, Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menyerang Belanda lewat pernyataan kontroversialnya dalam ketegangan kedua negara terkait referendum Ankara. 

Setelah menyebut Belanda sebagai "sisa-sisa Nazi," kini Erdogan menuduh Negeri Kincir Angin telah membantai lebih dari 8.000 Muslim Bosnia dalam peristiwa pembantaian Srebrenica pada 1995. 

"Mereka (Belanda) tidak ada kaitannya dengan peradaban, mereka tidak ada kaitannya dengan dunia modern. Mereka adalah yang membantai lebih dari 8.000 Muslim Bosnia di Srebrenica," tutur Erdogan, seperti dikutip AFP, Rabu 15 Maret 2017. 

Sekitar 8.000 Muslim dibantai pasukan Bosnia Serb di Srebrenica pada 1995. Pembantaian terjadi meski di sana ada pasukan penjaga perdamaian PBB dari Belanda. 

Pembantaian di Srebrenica disebut sebagai kejahatan kemanusiaan terburuk di tanah Eropa sejak Perang Dunia II. 

Ketegangan antara Turki dan Belanda dimulai saat dua menteri Ankara hendak datang ke kota Rotterdam. Di sana, keduanya berencana mengisi acara kampanye bersama sekitar 400 ribu orang asal Turki menjelang referendum pada April mendatang. 

Referendum akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden di Turki diperluas atau tidak. Belanda tidak mengizinkan acara semacam itu karena berpotensi mengganggu ketertiban umum. 

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta Turki untuk segera menarik tuduhan soal "Nazi" dan meminta maaf.


(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

20 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA