Ahli Bom ISIS Dikabarkan Hidup Tenang di Turki

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 10 Sep 2016 16:42 WIB
isis
Ahli Bom ISIS Dikabarkan Hidup Tenang di Turki
Rafe al-Salibi dikabarkan hidup nyaman di Turki (Foto: FARS)

Metrotvnews.com, Teheran: Turki dikabarkan menjadi tempat hidup yang aman dan nyaman bagi pembelot kelompok militan Islamic State (ISIS).
 
Laporan menyebutkan bahwa ahli bom ISIS Rafe al-Salibi yang juga disebut 'ISIS emir of explosive', membelot dan kini tinggal di Turki. Namun belum konfirmasi mengenai keberadan Salibi.
 
"Diketahui bahwa pria yang dituduh penjahat perang itu berhasil tiba di Turki dan saat ini berdomisili di sana," sebut Kantor Berita Al Masdar, yang dikutup FARS News, Sabtu (10/9/2016).
 
"Hingga saat ini tidak tindakan hukum yang diarahkan kepada Salibi," lanjut laporan Al Masdar.
 
Pertanyaan diarahkan kepada pihak berwenang Turki yang tidak melakukan penangkapan terhadpanya. Salibi dianggap memiliki deretan catatan kejahatan yang panjang.
 
Rafe al-Salibi diketahui berasal dari Desa Mohassen, yang letaknya dengan dengan ibu kota Provinsi Deir Ezzor, Suriah.
 
Kekuatan ISIS melemah
 
Masih belum diketahui apakah pembelotan Salibi dilakukan untuk mendapatkan informasi penting tentang ISIS saat ini. Kekuatan dari kelompok militan tersebut diyakini terus melemah.
 
Petinggi-petinggi ISIS pun dikabarkan tewas dalam serangan udara yang dilakukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) ataupun dari Rusia. (Baca: Juru Bicara ISIS Dikabarkan Tewas di Suriah http://internasional.metrotvnews.com/dunia/xkE8lWrb-juru-bicara-isis-dikabarkan-tewas-di-suriah).
 
Salah satu pemimpin senior ISIS yang tewas dalam serangan udara AS adalah juru bicara mereka, Abu Mohamed al-Adnani. Dia tewas dalam sebuah serangan udara di Aleppo, Suriah. 


Adnani tewas dalam serangan udara AS (Foto: AFP)

 
AS mengonfirmasi bahwa Adnani menjadi target serangan di wilayah yang sama. Sementara pengakuan dari ISIS diutarakan oeh kantor berita Amaq yang selama ini menjadi corong kelompok teroris itu.
 
Kantor berita Amaq menyebutkan Abu Mohamed al-Adnani, tewas ketika mengawasi operasi militer di Aleppo. ISIS pun bersumpah untuk melakukan balas dendam dari generasi baru yang terbentuk.

(FJR)