KTT G7 Berakhir Kacau usai Trump Tarik Dukungan

Willy Haryono    •    Minggu, 10 Jun 2018 12:48 WIB
ktt g7
KTT G7 Berakhir Kacau usai Trump Tarik Dukungan
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama PM Kanada Justin Trudeau di KTT G7 di Quebec, 8 Juni 2018. (Foto: AFP PHOTO / SAUL LOEB)

Quebec: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik kembali dukungannya terhadap pernyataan gabungan di akhir Konferensi Tingkat Tinggi Group of Seven (KTT G7) di Kanada, Sabtu 9 Juni 2018.

Trump menuduh Kanada bersikap "tidak jujur" dan menegaskan bahwa negara-negara lain menerapkan "tarif tinggi" dalam perdagangan terhadap AS.

Pernyataan gabungan, yang berisi mengenai sistem perdagangan berdasarkan aturan-aturan tertentu, berhasil dicapai meski ada ketegangan antara AS dengan sejumlah negara mengenai tarif besi dan aluminium.

Awalnya Trump menandatangani komunike tersebut, namun kemudian menarik diri usai Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengeluarkan pernyataan penentangan terhadap tarif dagang AS.

"Saya merasa tarif AS ini melecehkan. Kami akan melakukan langkah balasan pada 1 Juli," ujar Trudeau, seperti dikutip dari BBC.

"Masyarakat Kanada dikenal sopan dan bisa diajak berkompromi, tapi kami juga tidak bisa didesak seperti itu," lanjut dia.

Baca: Trump Yakin Pemimpin G7 akan Sepakati Pernyataan Gabungan

Usai pernyataan tersebut, Trump langsung berkomentar di Twitter. "PM Justin Trudeau bersikap lembut dalam pertemuannya dengan saya di G7. Tapi dia melakukan konferensi pers dan mengatakan tarif AS melecehkan. Sangat tidak jujur dan lemah. Tarif kami adalah respons terhadap (tarif) 270 persen dari pihaknya!" tulis Trump.

Sementara itu Uni Eropa mengatakan akan tetap berkomitmen terhadap hasil akhir G7 meski Trump menarik diri.

"Kami tetap berkomitmen terhadap komunike yang dibuat dalam G7," ujar seorang sumber di pemerintahan Inggris.


(WIL)