Isu Yerusalem Perlu Disertakan di Sistem Pendidikan Negara Islam

Sonya Michaella    •    Kamis, 18 Jan 2018 15:56 WIB
palestina israelindonesia-mesir
Isu Yerusalem Perlu Disertakan di Sistem Pendidikan Negara Islam
Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin di Konferensi Internasional untuk Al-Quds Al-Syarif, Mesir. (Foto: Dok. KBRI Kairo)

Kairo: Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin mewakili delegasi Indonesia hadir dalam Konferensi Internasional untuk Al-Quds Al-Syarif (Yerusalem) yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

"Langkah-langkah strategis dan konkret untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina perlu dilakukan secara serius dan berkesinambungan, baik materi maupun moril," kata Lukman, dalam pidato pembukaannya.

"Energi kemarahan umat Islam karena Amerika mengakui Yerusalem ibu kota Israel harus disalurkan ke arah positif. Bukan dimanfaatkan dengan melakukan tindakan yang mengganggu proses perdamaian dan mencoreng citra Islam," lanjut Lukman.

Seperti keterangan tertulis dari KBRI Kairo kepada Medcom.id, Kamis 18 Januari 2018, ia merekomendasikan perlunya memasukkan isu Yerusalem ke dalam sistem pendidikan di negara-negara Islam untuk meningkatkan kesadaran mengenai Palestina dan Yerusalem. 



Disampaikan pula mengenai komitmen Indonesia untuk terus mendukung pembangunan dan memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina, antara lain dengan memberikan beasiswa kepada pemuda-pemudi Palestina. 

"Perdamaian dunia hanya dapat dicapai jika Palestina memiliki kemerdekaan, kedaulatan, dan martabatnya sebagai anggota masyarakat internasional yang setara," tegas Lukman.

Konferensi Internasional untuk mendukung Al-Quds Al-Syarif berlangsung pada 17-18 Januari 2018 atas prakarsa Grand Sheikh Al-Azhar, Ahmed At-Tayyeb. Dalam pesannya, Grand Sheikh menyampaikan bahwa hasil konferensi tersebut akan sangat signifikan bagi dunia Islam, terutama dalam mengembalikan kepercayaan terhadap para pemimpin Islam dan meredam aktivitas terorisme yang mengatas namakan Islam.

Wakil dari 86 negara, organisasi internasional, serta berbagai kelompok keagamaan hadir dalam konferensi tersebut. Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga hadir dalam konferensi ini. Selain itu, hadir pula Paus Koptik Ortodoks Twadros II, Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Yusuf bin Ahmed Al-Uthaymeen, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim, serta Menteri Agama Kerajaan Arab Saudi Sheikh Saleh bin Abdul-Aziz Al ash-Sheikh.



(FJR)