Bantu Evakuasi, Pria Arab Saudi Ditembak Mati

Sonya Michaella    •    Jumat, 04 Aug 2017 08:01 WIB
penembakanarab saudi
Bantu Evakuasi, Pria Arab Saudi Ditembak Mati
Ilustrasi by Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Riyadh: Seorang pria asal Arab Saudi ditembak mati saat sedang membantu evakuasi penduduk kota Awamiya, Arab Saudi.

Dilaporkan, pasukan bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah bus, yang digunakan sebuah badan amal lokal untuk memindahkan orang-orang dari Awamiya, hingga menewaskan satu orang dan melukai orang-orang lainnya.

Namun, aktivis lokal mengatakan pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Mohammed al-Ruhaymani, ditembak pasukan Arab Saudi ketika membantu beberapa warga meninggalkan kota. 

Dikutip AFP, Jumat 4 Agustus 2017, mereka mengunggah foto seorang pria paruh baya yang mengenakan sorban putih, dan sebuah foto yang memperlihatkan pria di ranjang rumah sakit yang dikatakan terluka dalam insiden tersebut.

Pihak berwenang setempat telah mengungkapkan sedikit informasi mengenai situasi di Awamiya. Penduduk setempat dan aktivis lokal telah mengunggah foto dan video yang menunjukkan tempat tersebut telah menjadi medan perang, dengan bangunan yang terbakar dan jalanan yang dipenuhi puing-puing.

Penduduk setempat memperkirakan lebih dari 20.000 orang melarikan diri ke kota teraman dan desa terdekat. Lebih dari 12 orang terbunuh dalam seminggu terakhir, yaitu tiga orang polisi, dan sembilan warga sipil.

Kawasan Awamiya, di Provinsi Qatif yang memproduksi minyak dan merupakan tempat tinggal banyak penduduk minoritas Syiah di Arab Saudi, telah mengalami kerusuhan dan serangan beberapa kali terhadap pasukan keamanan sejak gelombang protes Arab Spring muncul pada 2011.

Penduduk di wilayah itu mengeluhkan perlakuan yang tidak adil oleh pemerintahan pimpinan Sunni. Namun, Riyadh menyangkal tuduhan itu.

Pasukan keamanan telah berusaha selama 2,5 bulan untuk mengusir pasukan bersenjata yang merupakan dalang di balik penyerangan polisi di Awamiya. Kota kecil Syiah itu dihuni oleh sekitar 30.000 orang  dan menjadi pusat demonstrasi minoritas Syiah melawan pemerintahan Sunni.


(FJR)