Partisipasi Rakyat Rusia dalam Pemilu Terhitung Rendah

Sonya Michaella    •    Selasa, 20 Sep 2016 08:16 WIB
politik rusia
Partisipasi Rakyat Rusia dalam Pemilu Terhitung Rendah
Presiden Rusia, Vladimir Putin ketika mengunjungi Partai Rusia Bersatu (Foto: BBC)

Metrotvnews.com, Moskow: Partai Rusia Bersatu yang diusung Presiden Rusia, Vladimir Putin, meraih kemenangan mayoritas dalam pemilihan parlemen.

Seperti dilansir BBC, Selasa (20/9/2016), berdasarkan 93 persen suara yang sudah dihitung, partai tersebut meraih 54,2 persen suara yang berarti akan mendapat 343 kursi dari total 450 kursi di parlemen atau Duma, seperti diumumkan Komisi Pemilihan.

Presiden Putin menanggapinya sebagai hasil yang amat baik walau partisipasi pemilih mencatat rekor yang terendah, yaitu hanya 47 persen.

Dua partai saingan utama Rusia Bersatu, Partai Komunis dan partai nasionalis LDPR, masing-masing meraih 13 persen lebih suara sementara Rusia Adil hanya mendapat 6 persen.

Keempat partai tersebut adalah yang selama ini menguasai parlemen Rusia. Sejumlah pelanggaran pemilu dilaporkan di beberapa kawasan dan Komisi Pemilihan memperkirakan hasil di tiga tempat pemungutan suara kemungkinan akan dibatalkan.

Hasil pemilihan meningkatkan mayoritas Partai Rusia Bersatu di parlemen karena mereka hanya meraih 49 persen suara dalam pemlihan parlemen tahun 2011.

Perolehan yang akan menambah jumlah kursi partai pimpinan Perdana Menteri, Dmitry Medvedev, dari 238 kursi menjadi 343 kursi.

Akan tetapi partisipasi turun dibanding pemilu sebelumnya yang mencapai 60 persen dan kini tak sampai 50 persen, yang merupakan terendah dalam sejarah modern Rusia.

Presiden Putin yang sudah berkuasa selama 17 tahun -sebagai perdana menteri dan presiden- langsung berkunjung ke kantor pusat Rusia Bersatu bersama PM Medvedev setelah memberikan suara.

Di tengah kelesuan ekonomi dan ketegangan dengan Barat terkait konflik di Ukraina dan Suriah, para pemilih tampaknya lebih apatis sehingga tidak datang untuk memberikan suara.


(WIL)