Pemulangan 14 ABK WNI dari Tanzania Akhirnya Selesai

   •    Selasa, 07 Aug 2018 18:22 WIB
wniindonesia-tanzania
Pemulangan 14 ABK WNI dari Tanzania Akhirnya Selesai
Sebanyak 14 ABK WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia. (Foto: KBRI Dar es Salaam)

Dar es Salaam: Pada 4 Agustus 2018, Pemerintah RI melalui KBRI Dar es Salaam, Tanzania, berhasil memulangkan dua WNI atas nama Andri Berliansyah dan Rio Jordan Siburian, yang merupakan bagian dari 14 ABK WNI Kapal BUAH NAGA 1 yang berbendera Malaysia. 

Keduanya tiba di Jakarta pada 5 Agustus dan telah ditindaklanjuti oleh BNP2TKI dengan memfasilitasi pemulangan dari Jakarta ke daerah asal.

Sebelumnya pada 21 April, Pemerintah RI juga telah berhasil memulangkan 12 ABK Kapal Buah Naga 1 lainnya dari Tanzania ke Indonesia.

Penyelesaian pemulangan para ABK berhasil dilakukan setelah upaya konsultasi dan negosiasi dengan Pemerintah Tanzania selama lebih dari 6 bulan. 

Sebelumnya, Kapal Buah Naga 1 beserta kapten dan 14 ABK WNI tersebut ditahan Aparat Tanzania karena dugaan kasus Illegal Fishing (khususnya penangkapan hiu) serta kepemilikan senjata api di atas kapal oleh Kapten Kapal yang berkebangsaan Taiwan. 

Para ABK ditahan di Kota Mtwara yang berjarak sekitar 563 kilometer dari Dar es Salaam (9 Jam perjalanan darat). Dalam hal ini, ABK dianggap tidak melakukan pelanggaran karena hanya menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Kapten. Namun keberadaan ABK diperlukan untuk menjadi saksi terhadap Kapten Kapal.



Selain itu, para ABK juga mengeluhkan tidak kondusifnya situasi kerja di atas kapal yang diakibatkan perlakuan kapten yang dianggap sewenang-wenang, termasuk tersendatnya pembayaran gaji mereka.

Setelah serangkaian negosiasi dengan Pemerintah setempat yang cukup rumit, 12 dari 14 ABK berhasil dibawa dari Mtwara ke Dar es Salaam, dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 21 April (setelah beberapa bulan tinggal di Shelter KBRI Dar es Salaam). Dua ABK, Sdr. Andri Berliansyah dan Sdr. Rio Jordan Simatupang, kala itu masih harus tinggal di Mtwara untuk menjadi saksi terhadap kasus Kapten dan Kapal mereka.

Upaya lanjutan terus dilakukan untuk memindahkan mereka ke Dar es Salaam untuk dapat berkumpul bersama rekan-rekan WNI lain dan meredakan tekanan psikologis mereka yang akhirnya berhasil dilakukan pada 4 Mei.

Selanjutnya upaya mendapatkan izin pemulangan keduanya ke Indonesia oleh Pemerintah Tanzania dilanjutkan, khususnya dengan bernegosiasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Afrika Timur serta Kantor Penuntut Umum Tanzania. 

Izin pemulangan telah berhasil didapatkan pada 3 Agustus dan keduanya dijadwalkan dipulangkan ke Indonesia dengan dibiayai oleh Pemri.

Seraya melakukan upaya pemulangan para ABK tersebut, Pihak KBRI Dar es Salaam juga melakukan serangkaian upaya mediasi dan koordinasi antara ABK, pihak pemilik kapal yang berkebangsaan Malaysia a.n. Dato’ Seri Lee Yee Jiat serta pihak agen (PT. Dwidaya Eka Lestari) terkait isu pelunasan gaji para ABK.

 

Dalam kaitan ini, pada 23 Maret pihak agen telah mengirimkan gaji utama para ABK ke rekening masing-masing dan telah dikonfirmasi oleh para ABK sendiri.

Sejalan dengan arahan Presiden RI, KBRI Dar es Salaam berkomitmen melakukan usaha optimal untuk menangani kasus-kasus WNI bermasalah sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Perwakilan RI dalam melakukan perlindungan terhadap WNI.


(WIL)