270 Ribu Warga Deraa Suriah Terjebak di Area Gurun

Arpan Rahman    •    Rabu, 04 Jul 2018 12:13 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
270 Ribu Warga Deraa Suriah Terjebak di Area Gurun
Serangan udara pasukan Suriah di kota Daraa, provinsi Deraa, 11 Juni 2018. (Foto: AFP/Getty)

Quneitra: Sebanyak 271.800 orang yang meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran di Suriah selatan dikabarkan berkemah dalam kondisi mengenaskan.

Menurut data terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa, mereka semua bertahan hidup di area gurun pasir dekat perbatasan Yordania-Israel..

Eksodus terjadi dari beberapa kota dan desa di provinsi Derra yang digempur pasukan Suriah dalam dua pekan terakhir. Operasi digelar pemerintah Suriah untuk mengusir pemberontak dari Deraa.

"Ini merupakan kekacauan. Orang-orang sudah mulai putus asa," kata aktivis lokal, Islam al Balki, 

"Orang-orang telah pergi hanya dengan membawa pakaian di badan mereka karena khawatir terkena serangan udara. Tidak ada waktu untuk menguburkan korban tewas. Tidak ada tempat aman," serunya, seperti dilansir dari Independent, Rabu 4 Juli 2018.

Menurut grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), setidaknya 100 warga sipil tewas sejak serangan pemerintah Suriah di Deraa dimulai pada Juni.

Sebagian besar warga Deraa kini tidur di bawah pohon dan di dalam mobil di area gurun dekat perbatasan selatan.

Mayoritas warga Deraa tidak memiliki tempat berlindung memadai dan pasokan air bersih untuk bertahan di bawah panas matahari area gurun di angka 45 derajat Celcius. 

Terjebak di Perbatasan

Sejumlah sumber mengatakan kepada mitra PBB bahwa setidaknya 12 anak, dua wanita, dan satu pria tua, meninggal dunia di dekat perbatasan Yordania karena mengalami dehidrasi, mengonsumi air terkontaminasi, dan digigit kalajengking.

Sekitar 164.000 warga Derra kini berada di Quneitra, berbatasan Dataran Tinggi Golan yang merupakan wilayah sengketa. Sementara 60.000 orang berkemah di Nasib-Jaber dekat perbatasan Yordania.

Yordania dan Israel menegaskan perbatasan mereka akan tetap ditutup bagi para pengungsi. Kedua negara tetap berkukuh meski PBB meminta "menghormati komitmen internasional untuk orang-orang yang membutuhkan perlindungan."

Yordania, yang sudah menjadi tempat penampungan lebih dari 630.000 warga Suriah, bersikeras bahwa situasi saat ini terjadi karena kesalahan pihak bertikai di Suriah.

Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Suriah atau kebijakan suaka bagi pengungsi dari zona konflik. Tetapi Israel dikabarkan telah memberikan pertolongan medis dan bantuan bagi pejuang serta warga sipil di dekat perbatasannya.



(WIL)