Pasukan Dukungan AS Rebut Kota Tua Raqqa dari ISIS

Arpan Rahman    •    Sabtu, 02 Sep 2017 12:20 WIB
isis
Pasukan Dukungan AS Rebut Kota Tua Raqqa dari ISIS
Kekuatan ISIS di Raqqa mulai dilumpuhkan (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Raqqa: Koalisi didukung Amerika Serikat (AS) yang memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah telah merebut kembali Kota Tua Raqqa. Pertempuran untuk menguasai ibu kota de facto ISIS itu terus berlanjut.
 
"Pasukan kita hari ini menguasai sepenuhnya Kota Tua di Raqqa setelah bentrokan dengan ISIS," kata juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Talal Sello kepada kantor berita AFP, Jumat 1 September.
 
"Kami berada di tepi kuartal keamanan ISIS di pusat kota, di mana sebagian besar basis utamanya di sana," lanjut Sello seperti dilansir Newsweek, Sabtu 2 September 2017.
 
SDF adalah koalisi Kurdi-Arab yang didukung oleh pasukan pimpinan AS. Kampanye mereka dimulai pada awal Juni dan dalam tiga bulan pasukan SDF menduduki hampir dua pertiga kota ini.
 
Pasukan tersebut dapat memasuki Kota Tua pada Juli setelah serangan udara koalisi membuat dua serbuan ke dinding yang mengelilingi daerah tersebut. Penetrasi itu memungkinkan pasukan untuk melewati ranjau dan bahan peledak.
 
ISIS, seperti di kota-kota lain yang diduduki setelah bangkit pada 2014, sudah menghambat serangan dengan jebakan, penembak jitu, dan serangan kendaraan bunuh diri. Kelompok militan tersebut juga telah membuka jaringan terowongan yang luas di bawah Raqqa demi melancarkan serangan balik terhadap pasukan darat yang didukung oleh koalisi, menurut koalisi pimpinan AS. Tapi SDF yakin akan memenangkan pertempuran.
 
"Kontrol atas Kota Tua -- yang memiliki peninggalan historis -- adalah kemenangan moral melawan ISIS, mereka runtuh di Raqa. Kekalahannya di sana tak terelakkan," kata Sello kepada AFP.
 
Kota Suriah timur itu telah berfungsi sebagai pusat ISIS sejak pasukan rezim Suriah menyerang pada Januari 2014. Beberapa video propaganda kelompok ISIS -- yang paling mengejutkan -- disyuting di perbukitan sekitar kota tersebut, termasuk pemancungan wartawan Amerika, James Foley dan Steven Sotloff.
 
Koalisi yang dipimpin AS mengatakan bahwa pejuang ISIS yang mencoba melarikan diri atau yang telah ditangkap di kota tersebut "kurus," kekurangan gizi", dan kecanduan narkoba. Diperkirakan sekitar 2.500 militan mempertahankan kota tersebut.
 
ISIS terus mengendalikan kota-kota Suriah timur, Deir Ezzor dan Mayadin, serta daerah-daerah perbatasan tanpa hukum yang menghubungkan Irak dengan Suriah. Namun jatuhnya Raqqa dan juga Mosul -- dua hadiah terbesar kelompok militan di Suriah dan Irak -- akan menandai sebuah kekalahan ideologis dan juga jadi masalah teritorial bagi ISIS.



(FJR)