2.200 Warga Sipil dan Pejuang Oposisi Tinggalkan Damaskus

Willy Haryono    •    Senin, 15 May 2017 10:05 WIB
krisis suriah
2.200 Warga Sipil dan Pejuang Oposisi Tinggalkan Damaskus
Tentara pro pemerintah Suriah berada di distrik Qabun, Damaskus, 13 Mei 2017. (Foto: AFP/STRINGER)

Metrotvnews.com, Damaskus: Lebih dari 2.200 warga sipil dan pejuang oposisi meninggalkan sebuah distrik di Damaskus, Suriah, Minggu 14 Mei 2017. 

Evakuasi dari distrik Qabun merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya di Barzeh dan Tisherin pekan ini. 

"Fase pertama dari perjanjian di distrik Qabun telah selesai, dengan evakuasi 2.289 orang, termasuk 1.058 individu bersenjata api," ujar Gubernur Damaskus Beshr Assaban, seperti dikutip kantor berita SANA

Dia mengatakan tujuan dari evakuasi adalah "menghapus kehadiran pasukan bersenjata di wilayah permukiman warga."

Seorang koresponden AFP di Qabun melihat belasan bus berwarna putih yang mengevakuasi warga serta pejuang oposisi. Perjanjian evakuasi di Qabun diumumkan pada Sabtu malam, setelah sebelumnya terjadi pertempuran sengit. 

Damaskus terisolasi dari sejumlah kekerasan terparah dalam perang sipil di Suriah, yang menewaskan lebih dari 320 ribu orang sejak diawali dengan unjuk rasa anti-pemerintah pada Maret 2011. 

Zona Aman

Pemerintah Suriah di bawah Presiden Bashar al-Assad menjadikan perebutan sejumlah distrik oposisi di ibu kota sebagai salah satu prioritas utama.

Perjanjian evakuasi pada awal Mei setelah pihak-pihak yang mendukung dua kubu di Suriah menciptakan empat "zona aman."

Rusia dan Iran -- sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad -- menandatangani memorandum dengan Turki, negara pendukung utama oposisi. Memorandum itu menyerukan: 

1. Penghentian pertempuran dan serangan udara selama enam bulan di dalam dan sekitar area-area oposisi

2. Penyaluran bantuan tanpa adanya gangguan apapun

3. Pemulangan warga sipil ke rumah masing-masing


(WIL)