Raja Salman: Langkah Trump Bisa Lukai Umat Islam Dunia

Sonya Michaella    •    Rabu, 06 Dec 2017 09:35 WIB
palestina israel
Raja Salman: Langkah Trump Bisa Lukai Umat Islam Dunia
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. (Foto: AFP)

Riyadh: Raja Arab Saudi, Raja Salman, Raja Yordania, Raja Abdullah II, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dikabarkan mendapat telepon dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Ketiga pemimpin ini dikabarkan pula kompak memperingatkan bahwa langkah AS yang sepihak ini sangat berbahaya dan akan menggagalkan upaya perdamaian Palestina dan Israel.

Di Riyadh, Raja Salman menegaskan bahwa setiap pengumuman Amerika mengenai situasi Yerusalem akan membahayakan perundingan damai dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

"Arab Saudi mendukung warga Palestina dan hak-hak historis mereka dan menegaskan bahwa langkah semacam itu akan melukai umat Islam di dunia karena adanya situs Yerusalem dan Masjid Al Aqsa," kata Raja Salman dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari Saudi Press Agency, Rabu 6 Desember 2017, jika AS tetap mengambil langkah tersebut, maka AS tentu bertentangan dengan negosiasi yang sedang berlangsung.

"Arab Saudi menyampaikan keprihatinan mendalam soal keputusan Amerika ini. Arab Saudi memberi dukungan penuh kepada Palestina dalam membangun negara mereka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," lanjut pernyataan itu.

Senada dengan Raja Salman, Raja Yordania, Raja Abdullah juga mengatakan bahwa keputusan Trump ini sangat berisiko dan berbahaya bagi kawasan.

Sementara itu, Istana Presiden Mesir mengutip pernyataan dari Presiden el-Sisi menyatakan, Trump telah mengambil tindakan yang akan merusak peluang perdamaian dan memperumit masalah di Timur Tengah.

Wacana AS akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah tersiar sejak Senin kemarin. Dalam situasi yang cukup panas ini, baru saja Trump menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan mengatakan, rencana pemindahan Kedubes akan segera terealisasi.



(FJR)