Hamas Akhiri Kekuasaan di Jalur Gaza Jumat Mendatang

Willy Haryono    •    Selasa, 28 Nov 2017 15:30 WIB
israel palestinahamas
Hamas Akhiri Kekuasaan di Jalur Gaza Jumat Mendatang
Warga Palestina di Gaza merayakan perjanjian damai antara Hamas dan Fatah pada 12 Oktober 2017. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)

Gaza: Kelompok Hamas segera mengakhiri kekuasaan mereka di Jalur Gaza pada Jumat mendatang yang akan menjadi langkah besar menuju persatuan seluruh masyarakat Palestina. 

Otoritas Palestina (PA) dijadwalkan mengambil alih kekuasaan dari Hamas di Gaza pada 1 Desember di bawah perjanjian historis pada Oktober lalu. Namun penyerahan kekuasaan itu disebut-sebut hanya dibatasi pada urusan masyarakat sipil, bukan seluruhnya. 

Sayap militer Hamas, yang beranggotakan sekitar 25 ribu orang, masih menjadi kekuatan utama di Jalur Gaza. Tidak ada indikasi mereka akan menyerahkan senjata secara sukarela.

Pejabat dari kelompok rival Hamas, Fatah, mengeluhkan lambatnya proses pemindahan kekuasaan di Gaza kepada PA. Penyerahan kekuasaan akan dianggap sebagai terobosan terbaru dalam menyatukan internal Palestina yang terbelah antar pendukung Hamas dan Fatah. 

Warga Gaza berharap penyerahan kekuasaan dapat mengakhiri penderitaan mereka yang selama hidup terperangkap. Akses air bersih dan listrik juga sulit didapat masyarakat Gaza di tengah blokade.

"Hal yang kami inginkan adalah peningkatan ekonomi dan dibukanya pintu perbatasan," ucap Abu Abed Abu Sultan, seorang warga yang pernah menjadi tukang jahit, seperti dikutip AFP, Selasa 28 November 2017.

"Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin hidup seperti masyarakat lain di dunia ini. Saya khawatir rekonsiliasi (Hamas dan Fatah) akan gagal lagi seperti waktu terakhir," tambah dia.

Kekhawatiran warga Gaza beralasan karena beberapa upaya rekonsiliasi telah gagal. Namun banyak juga dari mereka yang tidak menyangka upaya rekonsiliasi kali ini, yang dimediasi Mesir, dapat maju hingga ke fase sekarang.

 


(WIL)