Presiden Yaman Minta Loyalis Saleh Bersatu Melawan Houthi

Willy Haryono    •    Selasa, 05 Dec 2017 11:43 WIB
konflik yaman
Presiden Yaman Minta Loyalis Saleh Bersatu Melawan Houthi
Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi. (Foto: U.S Defense Department/Flickr)

Jeddah: Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi meminta loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh membentuk aliansi dengan pemerintah pusat untuk melawan pemberontak Houthi. 

Seruan disampaikan Hadi usai Houthi membunuh Saleh dalam sebuah pertempuran di Sanaa pada Senin 4 Desember 2017.

"Mari kita buka lembaran baru dan bergandengan tangan untuk mengakhiri geng kriminal berbahaya ini," tegas Hadi, merujuk pada Houthi, kepada partai Kongres Rakyat pimpinan Saleh, seperti dilansir Middle East Monitor

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan saluran televisi Yaman, Hadi mengutarakan belasungkawa untuk semua "martir yang tewas dalam dua hari terakhir. Martir pertama adalah mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, dan sisanya adalah para pahlawan yang gugur dari angkatan bersenjata dan partai Kongres Rakyat."

Semetara itu, pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi mendeskripsikan kematian Saleh sebagai "runtuhnya konspirasi dan pengkhianatan."

Baca: Houthi Ledakkan Rumah Mantan Presiden Yaman

Berbicara dalam pidato di televisi, Houthi mengklaim ancaman besar terhadap keamanan dan stabilitas negara berhasil dihilangkan dengan membunuh Saleh. "Hari ini adalah hari kelam bagi pasukan musuh."

Ia menambahkan Saleh telah bekerja sama dengan pasukan koalisi dan meminta para pendukungnya untuk melawan Houthi. "Selebrasi besar harus digelar di Sanaa," ujar Al-Houthi.

Yaman masih dilanda kekerasan sejak 2014, saat loyalis Houthi dan Saleh menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota. Presiden Hadi terpaksa melarikan diri dan tinggal sementara di Arab Saudi.

Ketegangan di Yaman meningkat setelah Arab Saudi membentuk koalisi dan menggempur Houthi pada 2015.

 


(WIL)