Erdogan Klaim Turki dan AS Siap Invasi Markas ISIS

Willy Haryono    •    Kamis, 08 Sep 2016 12:31 WIB
isis
Erdogan Klaim Turki dan AS Siap Invasi Markas ISIS
ISIS mengklaim Raqqa sebagai ibu kota kekhilafahan. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut negaranya dan Amerika Serikat (AS) siap mengusir kelompok militan Islamic State (ISIS) dari Raqqa, Suriah. Selama ini, ISIS mengklaim Raqqa sebagai ibu kota dari kekhilafahannya. 

Erdogan mengatakan Presiden AS Barack Obama mengemukakan ide operasi gabungan dengan Turki saat keduanya bertemu di sela-sela KTT G20 yang belum lama ini diadakan di Tiongkok. Erdogan menegaskan negaranya siap menyambut ide operasi gabungan.

Bulan lalu, Turki meluncurkan sebuah operasi di dalam Suriah, yang menargetkan ISIS dan juga pasukan Kurdi. Turki menganggap pasukan Kurdi sebagai teroris. 

Pernyataan terbaru Erdogan muncul di sejumlah media Turki. "Obama ingin melakukan sesuatu bersama-sama terkait Raqqa," kata Erdogan. "Dari perspektif kami, itu bukan masalah. Prajurit-prajurit kami harus bersatu, dan melakukan apa yang perlu dilakukan."

Kementerian Luar Negeri AS belum mengonfirmasi detail dari pernyataan Erdogan. Namun seorang pejabat Kemenlu AS menilai perlu adanya "kekuatan lokal" untuk benar-benar menghabisi ISIS. 

"Operasi militer yang saat ini dilakukan Turki di perbatasan Suriah, yang juga didukung AS, memiliki efek penting dalam mengisolasi Raqqa," kata dia, seperti dikutip BBC, Rabu (7/9/2016). 

"Itu adalah langkah penting dalam tujuan akhir kita untuk membebaskan Raqqa dari ISIL," sambungnya, menggunakan akronim lain dari ISIS. 

Pejuang lokal yang didukung Turki telah mengusir ISIS dari kota Jarablus di perbatasan. Namun Erdogan masih khawatir terhadap pergerakan pasukan Kurdi di perbatasan negaranya. 

Wakil Perdana Menteri Nurettin Canikli mengatakan pasukan Turki mungkin akan bergerak lebih dalam ke Suriah setelah membersihkan area perbatasan. Canikli menyebut 110 militan ISIS dan Kurdi tewas sejak operasi militer terbaru Turki dimulai. 

Sementara itu Rusia, yang merupakan sekutu dari rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengaku "sangat khawatir" terhadap operasi militer Turki.


(WIL)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

12 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA