ISIS Bunuh 300 Mantan Polisi di Mosul

Fajar Nugraha    •    Kamis, 17 Nov 2016 16:55 WIB
isis
ISIS Bunuh 300 Mantan Polisi di Mosul
Operasi serangan pasukan Irak di Mosul untuk usir ISIS (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mosul: Kelompok militan Islamic State (ISIS) dikabarkan menewaskan lebih dari 300 mantan anggota polisi Irak di Mosul.
 
Laporan ini dikeluarkan organisasi pemerhati HAM, Human Rights Watch (HRW). 300 anggota polisi itu dibunuh tiga minggu lalu dan dikubur di sebuah makam massal.
 
"Pembunuhan ini terjadi di selatan kota Mosul, di Hammam al-Alil," pernyataan pihak HRW, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/11/2016).
 
Seorang jurnalis Reuters mengunjungi lokasi pemakaman massal dari mantan anggota polisi itu. Sebagian besar dari korban tewas akibat ditembak atau dipenggal.
 
Sementara warga setempat meyakini bahwa sekitar 200 jiwa dibunuh oleh ISIS, sebelum menarik diri dari Kota Hammam al-Alil. 
 
HRW sendiri menyebutkan bahwa beberapa mantan anggota polisi itu terpisah dari kelompok yang berdiam di sebuah desa. Pada Oktober lalu, mereka dipaksa untuk mengikuti ISIS yang mundur ke utara Mosul dan Tal Afar.
 
Laporan HRW juga mengutip seorang pekerja yang melihat anggota ISIS mengendarai truk bermuatan besar. Truk itu berisi 100 hingga 125 orang, yang dikenalnya sebagian sebagai mantan anggota polisi. Truk itu melintas sebuah universitas ke lokasi yang dijadikan pemakaman massal.
 
Pekerja yang memberikan pengakuan kepada HRW menyebutkan mendengar suara tembakan dan teriakan minta tolong. Sehari setelahnya pada 29 Oktober, kondisi serupa terulang kembali dengan jumlah korban mencapai antara 130 hingga 145 orang.
 
Saksi lain yang juga penduduk dari Hammam al-Alil mengatakan, dia mendengar suara tembakan di wilayah itu selama tujuh menit. Kejadian ini berlangsung selama tiga malam berturut-turut.
 
"Ini menjadi bukti lain pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS di dalam dan sekitar Mosul," tutur Deputi Direktur HRW untuk wilayah Timur Tengah, Joe Stork.
 
"ISIS harus diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan," tegasnya.
 
Ini bukan pertama kalinya ISIS dilaporkan pembunuhan keji. Sebelumnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengeluarkan laporan serupa.
Laporan itu disampaikan oleh pihak Dewan HAM PBB pada Jumat 28 Oktober. Laporan muncul di saat pasukan Irak terus merangsek masuk ke wilayah Mosul, untuk menghabisi kekuatan ISIS.
 
 
Juru Bicara Dewan HAM PBB Ravina Shamdasan menyebutkan bahwa pada 19 Oktober, 232 warga sipil dilaporkan ditembak mati. Di antara jumlah ini, 190 di antaranya adalah mantan pasukan keamanan Irak.
 
"Laporan ini sudah dikuatkan dengan fakta sebanyak mungkin," lanjutnya, seraya mengkhawatirkan bahwa jumlah korban tewas bisa terus bertambah.
 
Shamdasani menambahkan bahwa pembunuhan dengan gaya eksekusi dilakukan oleh ISIS, sebagai sebuah strategi memaksa mereka yang tinggal di utara Irak untuk masuk ke dalam Mosul.

 

 
(FJR)