Suriah dan Rusia Gempur Habis-habisan Provinsi Idlib

Willy Haryono    •    Minggu, 09 Sep 2018 09:08 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Suriah dan Rusia Gempur Habis-habisan Provinsi Idlib
Asap dari serangan udara terlihat di provinsi Idlib, Suriah. (Foto: AFP)

Damaskus: Pasukan Suriah dan Rusia melancarkan serangan udara paling intensif terhadap sejumlah posisi pemberontak di provinsi Idlib.

Menurut keterangan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), seperti dikutip dari BBC, Minggu 9 September 2018, serangkaian serangan udara tersebut merupakan yang "paling keras dan mematikan" sejak 10 Agustus.

Empat warga sipil, termasuk dua anak-anak, dilaporkan SOHR tewas dalam dua serangan udara di Idlib bagian selatan.

Jumat kemarin, pemimpin Rusia dan Iran menolak seruan gencatan senjata di Idlib dari Turki meski komunitas internasional mengkhawatirkan terjadinya bencana kemanusiaan di provinsi tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan akan terus memerangi "teroris" di Idlib.

Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut bahwa "memerangi teroris di Idlib adalah bagian yang tidak dapat dihindarkan demi mencapai perdamaian di Suriah."

Idlib adalah area terakhir di Suriah yang masih dikuasai pemberontak dan beberapa grup ekstremis. Suriah, dengan didukung Rusia dan Iran, bertekad membebaskan Idlib dari jeratan pemberontak dan ekstremis.

Sekitar 30 ribu pemberontak diestimasi masih mempertahankan diri mereka di Idlib. Namun sebagian besar yang tinggal di Idlib adalah warga sipil.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut Idlib dihuni sekitar 2,9 juta orang, termasuk satu juta anak-anak.


(WIL)