Protes Tuntut Pekerjaan di Tunisia Berakhir Rusuh

Fajar Nugraha    •    Kamis, 21 Jan 2016 11:35 WIB
tunisia
Protes Tuntut Pekerjaan di Tunisia Berakhir Rusuh
Kerusuhan yang terjadi di Tunisia (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kasserine: Kepolisian Tunisia melepaskan gas air mata dan mobil penembak air atau water cannon ke arah ratusan warga yang menuntut pekerjaan. Protes ini dipicu oleh kematian seorang pria pengangguran.

Pendemo berkumpul di kantor pemerintah setempat menuntut solusi dari masalah pengangguran yang meliputi negaranya. Aksi yang berlangsung di Kota Kasserine ini, diwarnai pula dengan tindakan membakar ban.

Saksi menyebutkan bahwa polisi menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan pelaku protes. Polisi juga dikabarkan melepaskan tembakan peringatan.

"Delapan polisi terluka dalam peristiwa di Kasserine ini. Selain itu, protes serupa di Thala juga melukai 11 polisi lainnya," ujar Kepala Otoritas Kesehatan wilayah Kasserine, Abdelghani Chaabani, seperti dikutip AFP, Kamis (21/1/2016).

Sebelumnya pada 20 Januari juga terjadi bentrokan antara polisi dan pendemo. Bentrokan itu menyebabkan 20 pelaku protes terluka dan tiga polisi mengalami luka ringan.

Bentrokan ini terjadi selang beberapa hari sebelum peringatan lima tahun revolusi di Tunisia, yang dipicu oleh kematian seorang mahasiswa yang melakukan aksi bakar diri. Mahasiswa itu tewas setelah Kota Sidi Bouzid, sebagai bagian menentang perilaku pihak kepolisian yang melarangnya untuk berjualan.

Sedangkan bentrokan yang terjadi di Kasserine berlangsung meskipun diterapkannya jam malam oleh pihak berwenang. Ketegangan meningkat sejak Sabtu 16 Januari, ketika pria pengangguran bernama Ridha Yahyaoui memanjat ke tiang listrik tegangan tinggi dan kemudian karena terkena setrum.

Yahyaoui melakukn protes setelah namanya dikeluarkan dari daftar pihak yang diterima bekerja di sektor publik. Akibat kematian Yahyaoui, seorang pejabat pemerintah dipecat dari pekerjaannya.
 


(FJR)