Sehari dalam Hidup Seorang Penembak Jitu Melawan ISIS

Arpan Rahman    •    Sabtu, 15 Oct 2016 19:16 WIB
isis
Sehari dalam Hidup Seorang Penembak Jitu Melawan ISIS
Sosok penembak jitu yang melawan ISIS (Foto: De Correspondent)

Metrotvnews.com, Den Haag: Di beberapa lokasi, pertempuran melawan Islamic State (ISIS) berkecamuk terus-menerus seperti di kota Ayn al-Arab, Suriah, dekat perbatasan Turki. Populasi Kurdi perlahan tapi pasti mengambil kembali ruas-ruas jalan mereka dari organisasi teror itu. 
 
"Sutradara film, Reber Dosky, pergi ke Ayn al-Arab, dan kembali dengan potret unik dari seorang penembak jitu di kota yang telah hancur lebur," seperti disitir De Correspondent, Sabtu (15/10/2016).
 
Ia berjalan kaki melalui kawasan Kurdistan pada Februari dan Maret 2015. Di Suriah, Dosky tinggal di kota perbatasan Ayn al-Arab, di mana pasukan Kurdi telah terlibat dalam pertempuran sengit melawan ISIS selama berbulan-bulan. ISIS menyerang kota itu pada Oktober 2014, dan penduduk sipil melarikan diri.
 
Kota itu tampak di ambang kejatuhan ke tangan ISIS ketika pasukan Kurdi yang bertahan menghadapi kekurangan amunisi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tetap bersikukuh menolak untuk membantu militer Kurdi. Pesawat pembom Amerika melakukan setidaknya delapan serangan atas ISIS di kota itu, memberikan pasukan Kurdi kesempatan secara bertahap merebut kembali kota, meski hanya satu blok pada saat itu.
 
Melihat kondisi Ayn al-Arab saat ini, sulit untuk menyingkirkan gambaran yang sama dengan Dresden pada 1945 atau Grozny pada 2000. Kehancurannya besar sekali. Dan di tengah puing-puing, Reber menemukan karakter utama pada film pendek yang dibuatnya untuk The Correspondent: Bertemu Haron, Sang Sniper.
 
Cerita tentang Haron luar biasa. Dia pejuang kemerdekaan Kurdi yang datang ke Ayn al-Arab untuk membantu menghentikan kengerian yang ditimbulkan ISIS. Haron berbicara tentang apa yang diperlukannya untuk menjadi penembak jitu, impiannya di masa depan, dan mimpi-mimpi buruknya.
 
Mengingat lokasi dan subyeknya, The Story of a Sniper tentu saja sebuah film yang intens berisi gambar-gambar mengejutkan. Tapi Reber Dosky telah berhasil membuat film dan potret wajah Haron yang manusiawi. Kita melihat sang penembak jitu pergi ke tukang cukur, dan film itu menjawab pertanyaan si tukang cukur -- pertanyaan yang hanya dijawab Haron dengan diam di kursi. Terlihat sekilas mata Haron menunjukkan pertarungan yang sangat pribadi melawan ISIS.
 
Reber Dosky adalah sutradara Belanda keturunan Kurdi, yang seperti ia katakan, "hatiku tertinggal di suatu tempat di Ayn al-Arab." Proyek film ini secara khusus mencari keadilan dalam kehancuran. Dosky memakai drone dilengkapi kamera, misalnya, untuk terbang di atas kota dalam upaya untuk menangkap luasnya kerusakan. 
Setelah ia menangkap gambar ini dan mengumpulkan semua rekaman lainnya -- mengambil risiko yang cukup besar untuk keselamatan jiwanya -- ia kembali ke rumahnya dan mulai penyuntingan. Tapi cakram dengan semua rekamannya ternyata rusak dalam perjalanan. Jadi dia mengulang perjalanan kedua kalinya, untuk mengambil gambar lagi.
 
Film dokumenter ini berdurasi singkat, 12 menit. Dosky adalah sutradara, yang pernah belajar di Akademi Film Belanda. Proyek terakhirnya, The Call, sebuah film dokumenter tentang konsekuensi kebijakan anti-Kurdi di Turki pada 1990-an terhadap mereka yang berayah dan punya anak berdarah Kurdi.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA