Liberia Hentikan Pilpres Ulang untuk Selidiki Dugaan Kecurangan

Arpan Rahman    •    Kamis, 02 Nov 2017 18:07 WIB
liberia
Liberia Hentikan Pilpres Ulang untuk Selidiki Dugaan Kecurangan
George Weah unggul dalam putaran pertama pemilu Liberia (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Monrovia: Mahkamah Agung Liberia menghentikan pemilihan presiden putaran kedua pekan depan, pada Rabu 1 November. Otoritas hukum tertinggi itu setuju untuk menyelidiki tuduhan kecurangan di putaran pertama.
 
Komisi Pemilihan Umum (NEC) diharapkan mengajukan tanggapan ke pengadilan, pada Kamis 2 November.
 
Pengadilan memerintahkan agar tetap melakukan "setiap dan semua aktivitas" yang terkait dengan pilpres ulang, yang dijadwalkan pada 7 November. Partai Kebebasan minoritas menantang hasil pemungutan suara pada 11 Oktober, yang mempersempit kontes menjadi hanya diikuti oleh dua kandidat. 
 
Partai tersebut mengadu ke NEC, menuduh kecurangan, dan mengatakan bahwa keterlambatan pembukaan tempat pemungutan suara menyebabkan orang-orang menunggu untuk memberikan suara. Langkah-langkah tersebut membuat para pemilih bingung, kata partai tersebut, dan banyak yang meninggalkan TPS tanpa memberikan suara.
 
Pada putaran pertama pilpres, calon presiden George Weah, mantan bintang sepak bola Liberia, memenangkan 38 persen suara. Wakil Presiden Liberia Joseph Boakai mengantungi 29 persen, dan Charles Brumskine dari Partai Kebebasan mendapat 10 persen. Presiden petahana Ellen Johnson Sirleaf tidak mencalonkan diri kembali setelah 12 tahun sebagai presiden.
 
Ibu Kota, Monrovia, tenang saat orang-orang Liberia mengetahui kabar penundaan pilpres ulang. Kehadiran polisi yang massif terus berpatroli di luar gedung Mahkamah Agung sepeti dinukil UPI, Kamis 2 November 2017.
 
Liberia menjadi negara Afrika terbaru yang mengendus klaim kecurangan pemilu. Pengadilan Tinggi Kenya membatalkan pilpres bulan Agustus di mana kecurangan dituduhkan. Pilpres dijadwal ulang pada Oktober. 
 
Uhuru Kenyatta terpilih sebagai presiden sesudah kandidat oposisi Raila Odinga mengundurkan diri. Odinga mengatakan bahwa tidak ada perbaikan sistem pemungutan suara yang dilakukan antara pilpres yang dibatalkan dan pemungutan suara pada 26 Oktober.

(FJR)