Palestina Bersiap untuk Kemungkinan Terburuk Terkait Status Yerusalem

Sonya Michaella    •    Selasa, 05 Dec 2017 11:47 WIB
palestinapalestina merdeka
Palestina Bersiap untuk Kemungkinan Terburuk Terkait Status Yerusalem
Dubes Palestina terpilih untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Duta Besar Palestina terpilih untuk Indonesia, Zuhair Al Shun menegaskan jika nantinya Amerika Serikat (AS) benar-benar mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, hal itu adalah tindakan radikal.
 
"Jika Presiden Donald Trump benar-benar mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka itu benar-benar perubahan yang sangat radikal untuk posisi kami di Yerusalem," kata Al Shun di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.
 
"Presiden kami, Mahmoud Abbas sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk kemungkinan terburuk," ucap dia lagi.
 
(Baca: Trump Tunda Keputusan Memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem).
 
Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al Maliki yang sedianya akan datang ke Indonesia dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pun terpaksa batal karena harus tetap berada di Palestina guna mengurusi persoalan mendesak tersebut.
 
"Menlu kami sampai membatalkan kunjungannya ke Indonesia karena situasi di Palestina yang sedang panas," tutur dia.
 
Al Shun pun tetap berharap agar proses perdamaian bisa terus berlangsung dan situasi di Yerusalem juga terselesaikan di bawah two state solution.
 
"Kami menghargai dan sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Palestina selama ini. Indonesia selalu berada di hati rakyat Palestina," tukas Al Shun. 
 
Sejak 2008 silam, Indonesia telah membangun sebuah program capacity building atau pembangunan kapasitas untuk Palestina melalui Asia Africa Strategic Partnership dan juga Trilateral Cooperation on Palestine.
 
Bantuan Indonesia ini pun tidak hanya berada di satu bidang namun banyak bidang misalnya saja pendidikan, kesehatan, pembangunan, manufaktur, finansial dan sumber daya manusia.



(FJR)