Erdogan Sambut Baik Serangan Koalisi Barat ke Suriah

Willy Haryono    •    Minggu, 15 Apr 2018 10:40 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Erdogan Sambut Baik Serangan Koalisi Barat ke Suriah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan partai AKP di Ankara, 10 April 2018. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Istanbul: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik serangan koalisi Barat terhadap Suriah, Sabtu 14 April 2018, atas dugaan penggunaan senjata kimia di Douma sepekan lalu.

"Kami menganggap operasi ini sebagai sesuatu yang pantas dilakukan," ujar Erdogan dalam sebuah pertemuan dengan partainya di Istanbul, seperti dikutip AFP.

"Rezim (Suriah) harus tahu bahwa serangkaian serangannya dalam beberapa hari terakhir tidak akan dibiarkan begitu saja," lanjut dia. 

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis yang tergabung dalam koalisi Barat melancarkan serangan ke Suriah pada Sabtu dini hari. Erdogan mengaku tidak tidur sepanjang malam sembari mengamati perkembangan terbaru di Suriah. 

Setelah terjadinya serangan, Erdogan berdiskusi dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron via telepon. 

Ia mengatakan kepada keduanya bahwa Turki "secara tegas mengecam" penggunaan senjata kimia. 

Baca: AS Buka Kemungkinan Lancarkan Serangan Susulan ke Suriah

Seorang sumber dari kepresidenan Turki mengatakan bahwa Erdogan menilai satu-satunya jalan menuju perdamaian di Suriah adalah melalui "solusi politik." Erdogan juga dikabarkan menekankan pentingnya terjadinya penurunan ketegangan di kawasan. 

Turki adalah kritikus keras terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung pemberontak yang melawan Damaskus. Namun dalam beberapa bulan terakhir, Turki bekerja sama dengan Rusia -- sekutu Assad -- dalam mencari solusi politik di suriah.

Sementara itu Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag menjelaskan bahwa serangan koalisi Barat ke Suriah tidak dilancarkan dari pangkalan udara Incirlik milik Ankara.

"Kami telah diinformasikan sesaat sebelum serangan. Pangkalan udara Incirlik tidak digunakan dalam serangan ini," sebut Bozdag.

 


(WIL)