SOHR: Hampir 5.000 Warga Suriah Tewas di Tangan ISIS

Willy Haryono    •    Minggu, 01 Oct 2017 13:43 WIB
isis
SOHR: Hampir 5.000 Warga Suriah Tewas di Tangan ISIS
Bendera hitam ISIS. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Beirut: Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights melaporkan, hampir 5.000 orang di Suriah tewas dibunuh kelompok militan Islamic State (ISIS) sejak empat tahun terakhir. Dari angka tersebut, 2.750 di antaranya adalah warga sipil. 

ISIS, yang kehilangan banyak wilayahnya secara signifikan sejak tahun lalu, menandai empat tahun kekhilafahannya di Suriah pada 29 September 2017. 

Bulan lalu, seperti dikutip The New Arab, Minggu 1 Oktober 2017, SOHR mencatat ada 30 "eksekusi" yang dilakukan ISIS di Suriah, termasuk Raqqa, Deir az-Zour dan wilayah padang pasir. Dari mereka yang dieksekusi, sebelas adalah warga Suriah. Tiga lainnya adalah anggota ISIS, tujuh loyalis rezim Suriah dan sembilan dari Pasukan Demokratik Suriah atau SDF. 

Total 4.954 orang di Suriah -- termasuk prajurit rezim, warga sipil, pemberontak dan Suriah -- tewas di tangan ISIS sejak grup tersebut berkuasa empat tahun lalu. 

Metode eksekusi yang dilakukan ISIS termasuk pemenggalan, pelemparan batu, dijatuhkan dari bangunan tinggi dan pembakaran hidup-hidup. 

Mereka yang dieksekusi telah dituduh ISIS berkolaborasi dengan pemberontak, SDF atau rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Sejumlah tahanan ISIS juga dibunuh atas perselingkuhan, meninggalkan tugas dan beragam kasus lainnya. 

Abu Bakr al-Baghdadi

Meski belum sepenuhnya kalah. ISIS telah menderita kekalahan telak sejak tahun lalu di Suriah. Sebanyak 90 persen dari Raqqa -- ibu kota de facto ISIS -- telah berhasil dikuasai SDF. 

Dalam beberapa hari terakhir, rezim Suriah yang didukung Rusia mengklaim telah mengepung semua militan ISIS di Raqqa. Namun belum lama ini ISIS dilaporkan melancarkan serangan balasan. 

Kekalahan ISIS juga terjadi di Irak, di mana pasukan pemerintah telah berhasil menguasai kota Mosul dan Tal Afar tahun ini. 

Berupaya bangkit, Kamis kemarin ISIS merilis sebuah rekaman audio yang diklaim sebagai suara dari pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi. 

Rekaman itu disebut-sebut sebagai pesan audio pertama dari Baghdadi sejak November 2016, saat dirinya mendorong para simpatisan untuk memerangi pasukan Irak yang ketika itu hendak merebut Mosul.


Abu Bakr al-Baghdadi. (Foto: SITE)


(WIL)