Bom Bunuh Diri Meledak di Somalia, 8 Tewas

Fajar Nugraha    •    Selasa, 09 May 2017 16:31 WIB
konflik somalia
Bom Bunuh Diri Meledak di Somalia, 8 Tewas
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Mogadishu: Pelaku bom bunuh diri menabrakkan mobil bermuatan bahan peledak ke sebuah kafe di Mogadishu, Somalia Senin 8 Mei. Delapan orang dilaporkan tewas.
 
Dalam sebuah serangan yang diklaim oleh kelompok Al Shabaab itu, serangkaian tembakan terjadi mengikuti. Insiden itu diarahkan pada sebuah kafe kopi Italia, berlokasi di dekat kantor imigrasi setempat. 
 
Seorang Fotografer Reuters melihat mayat tergeletak di tanah akibat ledakan. Mayor Aden Ibrahim, seorang petugas kepolisian, mengatakan kepada Reuters bahwa serangan itu dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.
 
Direktur AMIN ambulans Abdikadir Abdirahman  mengatakan bahwa pihaknya telah memindahkan delapan mayat dari tempat kejadian dan merujuk lebih dari dua puluhan korban lainnya yang terluka ke rumah sakit.
 
"Jumlah korban tewas dapat meningkat," kata Abdirahman, seperti dikutip Reuters, Selasa 9 Mei 2017.
 
Pihak Al Shabaab pun mengakui bahwa mereka berada di balik serangan ini. Mereka menyebutkan seorang pejabat tinggi keamanan setempat termasuk turut jadi korban.
 
"Kami berada di balik aksi ledakan tersebut," kata Juru Bicara Al Shabaab, Syekh Abdiasis Abu Musab.
 
"Sasaran dari serangan adalah pihak kepolisian, intelijen, petinggi militer dan petugas imigrasi," tambahnya.
     
Musab juga mengatakan bahwa dua jenderal termasuk di antara korban tewas. Namun klaim ini tidak ditanggapi oleh pejabat pemerintah.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok Al Shabaab yang mengaku berafiliasi dengan Al Qaeda telah kehilangan banyak daerah yang berhasil direbut oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika pendukung pemerintahan yang didukung
PBB.
 
Namun kelompok militan ini sering melancarkan serangan senjata mematikan, dengan menggunakan granat dan bom di Mogadishu serta daerah lainnya yang dikendalikan oleh pemerintah. Banyak serangan ditujukan kepada basis militer, namun beberapa juga menargetkan warga sipil.
 
Sebelumnya pada Senin, tiga tentara Somalia yang melakukan misi pembersihan senjata tewas  setelah sebuah bom tepi jalan yang ditanam oleh gerilyawan meledak 90 km utara ibu kota. Somalia menderita konflik sejak 1991, ketika panglima perang berbasis klan menggulingkan diktator Siad Barre.



(FJR)