Militan ISIS Mulai Dievakuasi dari Perbatasan Suriah-Lebanon

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 29 Aug 2017 16:14 WIB
isis
Militan ISIS Mulai Dievakuasi dari Perbatasan Suriah-Lebanon
Kelompok militan ISIS terus menimbulkan keresahan di Suriah (Foto: BBC).

Metrotvnews.com, Beirut: Militan Islamic State (ISIS) mulai dievakuasi dari wilayah perbatasan Suriah-Lebanon.
 
Evakuasi para militan ISIS ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kesepakatan untuk mengakhiri tiga tahun kehadiran mereka di Suriah dan Lebanon akhirnya terjadi juga. Hal ini diungkapkan televisi Pemerintah Suriah dan Hizbullah.
 
Evakuasi tersebut akan dilakukan tiga kali dalam sepekan. Di bawah kesepakatan evakuasi, beberapa ratus militan dan keluarga mereka di kedua sisi perbatasan akan diberangkatkan dengan bus ke Deir Ezzor, wilayah di timur Suriah.
 
Dilansir dari laman Al Arabiya, Selasa, 29 Agustus 2017, Deir Ezzor merupakan satu-satunya provinsi di Suriah yang masih berada di bawah kendali ISIS.
 
"Bus yang mengangkut pejuang ISIS telah meninggalkan wilayah Qara dan tengah menuju kota Albu Kamal di Deir Ezzor," demikian disampaikan televisi pemerintah Suriah.
 
Sementara itu, Hizbullah menuturkan ratusan pejuang ISIS telah meninggalkan daerah perbatasan Lebanon timur. Namun, hal ini tidak dikonfirmasi oleh tentara Lebanon.
 
"Tujuan (operasi) telah tercapai. ISIS diusir dari wilayah Lebanon. Perbatasan diamankan dan Qalamun barat dibebaskan," kata pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung di saluran televisi Al-Manar.
 
Nasrallah mengatakan, pertempuran tersebut menelan nyawa 11 pejuang Hizbullah dan tujuh tentara Suriah. Sementara Lebanon kehilangan enam prajuritnya.
 
Sebelumnya, tentara Lebanon mengumumkan jeda dalam pertempuran di perbatasan Suriah-Lebanon untuk memulai proses negosiasi terkait tentara yang disandera kelompok militan ISIS. 
 
Gencatan senjata sementara mulai berlaku pada Minggu, 27 Agustus 2017, di sebuah daerah yang dikuasai ISIS di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon. Di sana, pasukan Lebanon dan Suriah terkunci dalam pertempuran melawan militan.
 
Pada Agustus 2014, militer ISIS menangkap sembilan tentara setelah melewati kota perbatasan Arsal. Tujuan gencatan senjata di dekat kota Ras Baalbek adalah untuk "mencari jalan bagi fase negosiasi terakhir terkait dengan nasib tentara yang diculik," kata tentara Lebanon dalam sebuah pernyataan.
 
Jasad delapan tentara Lebanon yang diculik militan ISIS pada 2014 telah ditemukan, kata Abbas Ibrahim, kepala Pasukan Keamanan Lebanon.
 
Pihak berwenang sedang dalam proses penggalian mayat-mayat dari perbatasan Lebanon-Suriah. Setidaknya enam mayat telah dipindahkan ke rumah sakit militer Beirut untuk tes DNA. Nasib prajurit kesembilan masih belum diketahui.



(FJR)