Erdogan Mencemaskan Rencana Pembantaian di Idlib

Arpan Rahman    •    Rabu, 05 Sep 2018 20:06 WIB
krisis suriah
Erdogan Mencemaskan Rencana Pembantaian di Idlib
Rumah warga di wilayah Idlib yang terkena hantam serangan udara Rusia. (Foto: AFP).

Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan menjatuhkan bom dan rudal di Provinsi Idlib bisa melahirkan `pembantaian`. Idlib menjadi satu-satunya provinsi yang kini masih dikuasai pemberontak.

"Tuhan melarang, pembantaian serius bisa terjadi jika ada hujan rudal di sana," kata Erdogan dalam perjalanan udara dari Kyrgyzstan, seperti dinukil dari AFP, Rabu 5 September 2018.
 
Pernyataan Erdogan berbarengan dengan gerakan pasukan Suriah di dekat wilayah barat laut Idlib. Pasukan Suriah hendak menyerang habis-habisan Idlib. Damaskus dan pendukung utama mereka, Moskow, telah berjanji membasmi kelompok militan yang menguasai Idlib.
 
Rusia, sekutu rezim Presiden Bashar al-Assad, pada Selasa melanjutkan serangan udara di Idlib setelah jeda 22 hari.
 
Turki, yang mendukung beberapa pemberontak, sudah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan Rusia, serta dengan Washington. Tujuannya demi mencegah serangan terhadap Idlib.
 
Erdogan berbicara tentang 'proses sangat kejam' yang berlangsung di Idlib. Ia memperingatkan risiko bahwa pertempuran sengit akan memicu masuknya pengungsi.
 
"Sebanyak 3,5 juta orang tinggal di sana. Akan berdampak pada Turki di mana orang-orang itu akan melarikan diri jika terjadi bencana," kata Erdogan.
 
Idlib menjadi salah satu yang disebut zona 'de-eskalasi', terbentuk sebagai hasil pembicaraan oleh Rusia, Turki, dan Iran tahun lalu ketika Damaskus merebut kembali kendali atas lebih banyak daerah.
 
Erdogan serta presiden Iran dan Rusia bertemu pada Jumat di Teheran untuk KTT yang diharapkan akan fokus pada soal Idlib.
 
Dewan Keamanan PBB (DK PBB) juga dijadwalkan ikut bertemu Jumat untuk mengatasi situasi di Idlib. Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan serangan dan kemungkinan penggunaan senjata kimia.
 
Washington memperingatkan Selasa bahwa jika Damaskus menggunakan senjata kimia, mereka akan merespons.
(FJR)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

31 minutes Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA