Iran Tuduh CIA Sebarkan Fakta Palsu Terkait Osama bin Laden

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 04 Nov 2017 17:47 WIB
al qaedairan
Iran Tuduh CIA Sebarkan Fakta Palsu Terkait Osama bin Laden
Osama bin Laden tewas dalam operasi Navy SEAL pada Mei 2011 (Foto: AAP).

Metrotvnews.com, Teheran: Dinas intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, mengeluarkan dokumen mengenai penggerebekan persembunyian Osama bin Laden. Dalam dokumen itu dijelaskan pula kaitan antara Al Qaeda dengan Iran.
 
Sontak Iran melontarkan bantahan atas laporan CIA itu. Pemerintah Iran menyebutkan bahwa CIA telah menyebarkan fakta palsu mengenai operasi yang menewaskan Osama bin Laden pada 2011 itu.
 
Kabar mengenai hubungan Iran dan Al Qaeda ini termasuk dalam 470 ribu dokumen yang dirilis ke publik oleh CIA. Hal tersebut termasuk operasi Navy SEAL ke tempat persembunyian bin Laden di Abbottabad, Pakistan.

(Baca: CIA Rilis 470 Ribu Dokumen Terkait Osama Bin Laden).
 
Menurut pengamat dari Foundation for Defense of Democracies (FDD) yang diperbolehkan membaca dokumen sebelum dirilis ke publik, dokumen itu menjelaskan hubungan suram antara Al Qaeda dengan Iran.
 
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif langsung membantah tuduhan yang dicatat dalam dokumen tersebut. 
 
"Ini adalah bentuk tindakan terendah dari petrodollar (AS) dan CIA yang menyebarkan berita palsu atas dokumen Al Qaeda. Iran tidak akan bisa melupakan peran AS dalam serangan 9/11," sebut Menlu Jazaf Zarif dalam akun Twitternya, seperti dikutip AFP, Sabtu 4 November 2017.
 
Dikeluarkannya dokumen itu bersamaan disaat Presiden AS Donald Trump terus mencoba menambah tekanan kepada Iran. AS sendiri menolak untuk meratifikasi kesepakatan nuklir yang dicapai antara Iran dan negara barat lainnya. Kesepakatan ini sebelumnya juga diakui oleh pemerintahan AS sebelumnya, di bawah kepimpinan Barack Obama.
 
Sebelumnya, Iran beberapa kali membantah memiliki kaitan dengan Al Qaeda. Khususnya mengenai tuduhan pihaknya memberikan bantuan finansial dan militer Suriah, dalam menghadapi militan Sunni dan lawan lainnya.



(FJR)