Protes Pecah di Gaza Menyusul Keputusan Trump Terkait Yerusalem

Fajar Nugraha    •    Kamis, 07 Dec 2017 10:40 WIB
palestinapalestina israel
Protes Pecah di Gaza Menyusul Keputusan Trump Terkait Yerusalem
Protes warga Palestina menentang keputusan Donald Trump (Foto: EPA).

Gaza: Protes pecah di hampir seluruh wilayah Gaza, saat warga Palestina merespons keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
 
 
Pengumuman dari Trump itu menghancurkan kebijakan luar negeri AS terhadap kondisi Palestina-Israel selama bertahun-tahun. Rakyat Gaza yang marah, turun ke jalan dan membakar bendera Amerika Serikat dan meneriakan slogan anti-Negeri Paman Sam.
 
Protes serupa juga terjadi di Ibu Kota Yordania, Amman oleh para pengungsi Palestina. Ratusan warga Palestina di tempat penampungan Baqqa, memenuhi jalan mengecam tindakan Trump dan mendesak Yordania mencabut perjanjian damai dengan Israel yang ditandatangani 1994 lalu.
 
"Runtuhkan Amerika...Amerika adalah induk dari segala teror," teriak para pedemo.
 
Warga Palestina yang dipenuhi amarah di Betlehem, Tepi Barat, mematikan lampu pohon Natal sebagai tanda protes. Kota ini dianggap suci karena diyakini sebagai kota kelahiran Yesus.
 
Lampu yang menghiasi gereja kelahiran Yesus dan satu lagi di wilayah lain Ramallah, dipenuhi kegelapan. Seluruh faksi Palestina mendorong dilakukannya aksi mogok dan protes dilangsungkan pada siang hari pada Kamis 7 Desember ini.
 
Di lokasi penampungan Jabaliya, Gaza, memprotes sikap Trump. Menurut mereka, hal ini bisa memicu ketegangan di kawasan.
 
Situasi sama tampak di pusat kota Gaza. Warga mengibarkan bendera Palestina dan foto dari mantan Presiden Palestina Yasser Arafat. 



(FJR)