Kapal Imigran Tenggelam di Lepas Pantai Yaman, 30 Tewas

Arpan Rahman    •    Sabtu, 27 Jan 2018 20:07 WIB
imigran gelap
Kapal Imigran Tenggelam di Lepas Pantai Yaman, 30 Tewas
Imigran gelap nekat melintasi laut demi mencari kehidupan lebih baik (Foto: AFP).

Sanaa: Sedikitnya 30 orang tenggelam saat kapal migran mereka terbalik di lepas pantai Yaman pekan ini, menurut PBB. 
 
Ditambahkan bahwa muncul laporan soal tembakan yang digunakan terhadap mereka yang berada di kapal. Yaman sendiri sedang dilanda perang.  
 
Sedikitnya 152 warga Somalia dan Ethiopia berada di atas kapal yang penuh sesak tersebut. Kapal itu meninggalkan Aden di Yaman selatan, pada Selasa, badan pengungsi dan migrasi PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama.
 
"Kapal tersebut diyakini telah dioperasikan oleh penyelundup yang tidak bermoral, yang berusaha membawa pengungsi dan migran ke Djibouti. Sementara juga berusaha untuk memeras lebih banyak uang dari para pengungsi dan migran ini," pernyataan PBB seperti disitat Guardian, Jumat 26 Januari 2018.
 
"Perahu tersebut terbalik dan karam di tengah laporan tembakan dipakai untuk melawan penumpang," kata laporan tersebut. Dibubuhkan bahwa pihaknya bekerja dengan penjaga pantai Yaman demi mencoba mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi.
 
"Sedikitnya 30 orang tewas dalam kejadian tragis ini," serunya.
 
Lebih dari 9.200 orang sudah terbunuh di Yaman sejak koalisi militer pimpinan Arab Saudi campur tangan pada 2015 melawan pemberontak Houthi. Tujuannya mengembalikan pemerintahan yang diakui secara internasional ke negara tersebut.
 
Namun negara miskin ini terus menarik para migran dari kawasan Tanduk Afrika. Banyak dari mereka mencari pekerjaan di negara-negara Teluk yang makmur di utara. Badan Pengungsi PBB mengatakan bahwa mereka marah dengan insiden kematian terbaru.
 
"Konflik dan ketidakamanan yang berkepanjangan di Yaman terus mengekspos pengungsi dan migran yang rentan untuk meningkatkan risiko pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penangkapan, penahanan, perdagangan, dan deportasi sewenang-wenang," kata UNHCR di Twitter.
 
Pada Agustus tahun lalu, puluhan migran dari Somalia dan Ethiopia meninggal dunia sesudah pedagang manusia memaksa mereka keluar dari dua kapal yang berlayar di lepas pantai Yaman dan masuk ke laut.
 
Maret lalu, sebuah helikopter melepaskan tembakan ke kapal yang membawa lebih dari 140 migran di Laut Merah di lepas pantai Yaman, menewaskan 42 warga sipil.
 
Sebuah laporan rahasia yang dilihat oleh kantor berita AFP mengatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.



(FJR)