Arab Saudi akan Izinkan Wanita Masuk ke Stadion Olahraga

Arpan Rahman    •    Senin, 30 Oct 2017 16:18 WIB
arab saudi
Arab Saudi akan Izinkan Wanita Masuk ke Stadion Olahraga
Sejumlah wanita memasuki stadion olahraga di Riyadh, 23 September 2017. (Foto: AFP/Fayez Nureldine)

Metrotvnews.com, Riyadh: Arab Saudi mengizinkan wanita memasuki stadion olahraga untuk pertama kalinya mulai tahun depan.

Kerajaan Arab Saudi yang ultra-konservatif, dengan sejumlah pembatasan terketat di dunia mengenai wanita, sudah lama melarang perempuan untuk menonton pertandingan olahraga secara langsung di stadion. 

Pengumuman langkah terbaru ini sejalan dengan langkah reformasi ambisius Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Selain soal stadion, Putra Mahkota juga akan mengizinkan wanita Arab Saudi mengemudikan sendiri kendaraannya mulai Juni mendatang.

"Kami mulai mempersiapkan tiga stadion di Riyadh, Jeddah, dan Damman, yang dapat menampung banyak keluarga mulai awal 2018," ucap Otoritas Jenderal Olahraga Arab Saudi di Twitter, seperti dilansir Channel News Asia, Senin 30 Oktober 2017.

Restoran, kafe, dan layar monitor akan dipasang di dalam ketiga stadion tersebut.

Bulan lalu, ratusan wanita diizinkan memasuki stadion olahraga di Riyadh, yang sebagian besarnya digunakan untuk pertandingan sepak bola, untuk kali pertama. Diizinkannya masuk wanita menandai hari nasional Arab Saudi.

Islam Moderat

Di bawah sistem perwalian negara, anggota keluarga laki-laki -- biasanya ayah, suami atau saudara laki-laki -- harus memberikan izin kepada wanita untuk belajar, melakukan perjalanan, dan kegiatan lainnya.

Kerajaan Arab Saudi telah melonggarkan beberapa norma sebagai bagian dari rencana "Vision 2030" untuk reformasi ekonomi dan sosial.

"Saya ingin mengembalikan kerajaan ini ke masa sebelumnya. Sebuah kerajaan Islam moderat yang toleran terhadap semua agama dan dunia," ucap Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau biasa juga dipanggil MBS.

Dekrit kerajaan bulan lalu mengatakan bahwa perempuan kini diizinkan mengemudi sendiri. Arab Saudi juga diperkirakan mencabut larangan wanita menonton ke bioskop.

Beberapa ulama konservatif -- yang selama bertahun-tahun secara kukuh menentang kebebasan sosial bagi wanita -- beralih mendukung dekrit yang mengizinkan wanita untuk mengemudikan sendiri kendaraannya.



(WIL)