Ribuan Warga Australia Minta Pengungsi Manus Dievakuasi

Willy Haryono    •    Minggu, 26 Nov 2017 14:22 WIB
imigran gelap
Ribuan Warga Australia Minta Pengungsi Manus Dievakuasi
Senator Nick McKim dari Partai Hijau Australia ikut dalam unjuk rasa di Manus. Foto: AFP)

Sydney: Ribuan warga Australia berunjuk rasa meminta pemerintah federal mengakhiri kebijakan detensi bagi para pengungsi dan pencari suaka. 

Digelar di Sydney dan Melbourne, Minggu 26 November 2017, para pendemo mengekspresikan solidaritas kepada mereka yang pernah tinggal di kamp detensi milik pemerintah Australia di Pulau Manus. 

Kamp detensi di Manus sudah ditutup pada Oktober lalu. Namun banyak pencari suaka dan pengungsi yang sempat menolak meninggalkan fasilitas tersebut karena khawatir akan nasib mereka di luar sana. 

Kini mereka semua sudah mendapatkan akomodasi alternatif dan ketegangan pengusiran di kamp detensi Manus pun berakhir. 

UNHCR mengaku "sangat terganggu" dengan pengusiran paksa pengungsi dan pencari suaka dari kamp 

Politikus Australia dari Partai Buruh Shayne Newman menyebut situasi buruk di Manus merupakan kesalahan dari mantan Perdana Menteri Tony Abbott dan tokoh lainnya seperti Scott Morrison dan Peter Dutton.

Newman juga menilai PM Australia saat ini, Malcolm Turnbull, juga patut disalahkan. 

"Mereka telah gagal membuatkan pengaturan dan opsi bagi para pencari suaka dan pengungsi," kata Newman kepada Sky News.

"Jika Partai uruh berkuasa, kami akan meminta Amerika Serikat mempercepat permukiman kembali pengungsi di Negeri Paman Sam. Dan kami juga akan duduk bersama pemerintahan Selandia Baru untuk memastikan pengungsi dan pencari suaka itu dapat bermukim di Selandia Baru," sambung dia.




(WIL)