Ledakan Besar Tewaskan Lima Penjinak Ranjau di Yaman

Willy Haryono    •    Senin, 21 Jan 2019 06:30 WIB
konflik yaman
Ledakan Besar Tewaskan Lima Penjinak Ranjau di Yaman
Seorang prajurit pro pemerintah Yaman mencari ranjau darat di dekat distrik al-Hamili, provinsi Taez, 29 November 2018. (Foto: AFP/STR)

Sanaa: Sebuah ledakan menewaskan lima penjinak ranjau di provinsi Maarib, Yaman, Minggu 20 Januari 2019. Menurut keterangan seorang sumber keamanan kepada kantor berita AFP, kelima korban merupakan pakar asing yang mengerjakan proyek pembersihan ranjau Masam. 

AFP belum dapat secara independen mengonfirmasi kewarganegaraan kelima pakar. Ledakan terjadi saat sejumlah ranjau darat sedang dipindahkan untuk dihancurkan di tempat lain.

Seorang petugas medis di rumah sakit Maaqib mengonfirmasi adanya lima jasad terkait ledakan. Ia juga mengatakan beberapa orang lainnya terluka dalam insiden tersebut. Arab Saudi, negara yang mendanai proyek pembersihan ranjau tersebut, belum dapat dimintai komentar terkait ledakan.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konflik di Yaman telah menewaskan sekitar 10 ribu orang sejak koalisi pimpinan Arab Saudi ikut menggempur pemberontak Houthi pada Maret 2015. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut konflik di Yaman telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Sejumlah grup hak asasi manusia menyebut dua kubu bertikai di Yaman diyakini telah sama-sama melakukan kejahatan perang.

Houthi dituduh telah menggunakan ranjau darat di banyak wilayah Yaman, sementara koalisi Saudi dikecam atas serangkaian serangan udara yang beberapa kali mengenai warga sipil.

Yaman adalah negara penandatangan Mine Ban Treaty, sebuah pakta internasional yang berlaku mulai 1999. Pakta ini bertujuan membersihkan seluruh ranjau darat.

Proyek pembersihan ranjau Masam diluncurkan pada Juni 2018 oleh Pusat Bantuan Kemanusiaan milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud.


(WIL)