Pertemuan Jokowi-Raja Swedia Tak Bahas Isu Terorisme

Fajar Nugraha    •    Kamis, 18 May 2017 15:43 WIB
indonesia-swedia
Pertemuan Jokowi-Raja Swedia Tak Bahas Isu Terorisme
Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan banyak kerja sama yang bisa diperkuat dalam hubungan Indonesia-Swedia (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Raja Swedia Carl XVI Gustaf akan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada 22 Mei mendatang. Berbagai isu akan dibahas dalam pertemuan ini.
 
Swedia, serupa dengan Indonesia yang pernah dihantam aksi terorisme. Namun isu teror direncanakan tidak akan dibahas antara Presiden Jokowi dan Raja Carl XVI Gustav.
 
"Isu-isu bersifat politis tidak akan dibahas oleh kedua kepala negara. Jadi isu terorisme tidak akan dibahas secara langsung," ujar Direktur Wilayah Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji, di kantor Kemenlu RI, di Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.
 
"Tetapi masalah ini tentunya menjadi perhatian bagi kedua negara," imbuhnya.
 
Sementara menurut Duta Besar RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, tidak tertutup kemungkinan isu terorisme akan dibahas di level Menteri Luar Negeri. 
 
Isu lain yang bisa menarik perhatian kedua negara adalah kerja sama lingkungan. Meskipun belum ada usulan konkret mengenai lingkungan, Raja Carl XVI Gustav dikenal sebagai sosok yang menggemari lingkungan dan hutan.
 
Kunjungan Raja Swedia ini juga merupakan kunjungan kenegaraan perdana ke Indonesia. Sebelumnya, Raja Gustaf menyambangi Indonesia pada 2012 saat dirinya menjadi Ketua Pandu Dunia.
 
Dubes Bagas menyebutkan Swedia melihat Indonesia sebagai tempat eksotik yang memiliki kekayaan alam dan terumbu karang. Ini adalah warisan yang diharapkan Indonesia mau berperan banyak lagi untuk pelihara keragaman hayati seperti komodo.
 
"Stockholm adalah salah satu kebon binatang yang punya komodo. Niat mereka untuk pertahankan sangat tinggi," tutur Dubes Bagas. 
 
Selain itu, demokrasi Indonesia berkembang dengan baik. Swedia juga mendukung keinginan Indonesia untuk menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Selama ini kedua negara menjadi kontributor aktif dalam kawasan dan komunitas internasional.
 
Kerja sama ekonomi tetap tidak bisa dilupakan dalam hubungan kedua negara. Tercatat nilai investasi Swedia di Indonesia, mencapai USD78 miliar.



(FJR)