Terumbu Karang Australia Rusak

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 19 Oct 2016 04:59 WIB
terumbu karang
Terumbu Karang Australia Rusak
Ilustrasi terumbu karang.

Metrotvnews.com, Melbourne: Kerusakan terumbu karang di lepas pantai Western Australia (WA) diprediksi tidak akan bisa diperbaiki lagi. Hal itu dikatakan beberapa ilmuwan dari Australian Institute of Marine Sciences (AIMS).

Ilmuwan tersebut mengatakan, kerusakan yang dialami oleh Scott Reef, di lepas pantai utara negara bagian tersebut sangat parah. Pemutihan terumbu karang itu merupakan pemutihan terumbu karang terburuk dalam sejarah pada musim panas.

Kerusakan itu diakibatkan pemanasan global dan sistem cuaca El Nino, yang membuat temperatur air naik. Salah satu ilmuwan AIMS, James Gilmour, berharap terumbu karang itu bisa selamat dari peristiwa tersebut, tapi tampaknya kerusakannya permanen.

"Ini menghancurkan buat kami semua. Kami mengkonfirmasi bahwa pada kenyataaannya sebagian besar terumbu karang yang telah kami saksikan yang memutih pada kenyataannya mati sekali ini. Terumbu karang itu mati dan sekarang ditutupi ganggang, kondisi yang membuat kami sangat kaget," kata Gilmour, seperti yang dikutip Xinhua, Rabu (19/10/2016).

Pemutihan terumbu karang terjadi ketika temperatur air naik dan memaksa terumbu karang mengeluarkan ganggang yang hidup di dalamnya. Akibatnya, terumbu karang berubah menjadi putih dan lebih mudah terkena penyakit.

"Kami telah menyaksikan dua pemutihan serupa pada Scott Reef dan sekarang kondisi yang sangat parah terjadi lagi, jadi selama lebih dari 20 tahun saya telah mengamati terumbuh karang pulih dan sekarang saya telah menyaksikannya terkena dampak lagi. Dan saya bertanya-tanya apakah saya akan, atau tidak, menyaksikannya pulih dalam hidup saya," jelas Gilmour

Gilmour menyatakan, yang perlu dilakukan adalah konsensus kepada banyak orang bahwa ini adalah nyata. Namun, Gilmour mengatakan satu yang baik, bahwasannya ada terumbu karang di Asmore Reef yang berada kearah timur dari Scitt Reef mulai pulih dari pemutihan.

"Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pemanasan samudra di seluruh dunia," ucap Gilmour.

Great Barrier Reef, terumbu karang yang terkenal di Australia, juga telah mengalami pukulan keras pemutihan terumbu karang. Sekitat 22 persen dari seluruh terumbu karangnya mati akibat peristiwa "bleaching" pada musim panas.


(LDS)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA