Pasukan Irak Terus Bergerak ke Arah Mosul

Sonya Michaella    •    Selasa, 18 Oct 2016 09:45 WIB
isis
Pasukan Irak Terus Bergerak ke Arah Mosul
Kendaraan tempur pasukan Irak terus bergerak dekati Mosul (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mosul: Koalisi pimpinan Amerika Serikat, diwakili oleh komandan koalisi, Letjen Stephen Townsend mengatakan perebutan kota Mosul dari Islamic State (ISIS) mungkin akan terus dilakukan selama beberapa pekan ke depan.

Saat ini, dilaporkan pasukan Irak Kurdi dan AS terus bergerak mendekati Mosul. Posisi mereka pun hanya sekitar 20 kilo meter dari Mosul. Ratusan kendaraan tempur dijalankan untuk menekan ISIS.

"Inilah saatnya memberikan ISIS kekalahan. Beberapa desa di Mosul sudah berada di tangan kami dalam 24 jam terakhir," ujar Townsend, seperti dikutip Reuters, Selasa (18/10/2016).

Sebanyak 30.000 hingga 40.000 pasukan dikerahkan untuk merebut kembali kota Mosul dari tangan ISIS. Sementara, saat ini ada sekitar 8.000 militan ISIS yang terus mempertahankan Mosul.

Suara tembakan terdengar di sekitar Mosul. Pasukan Irak yang didukung angkatan udara AS ini pun terus mengerahkan kendaraan tempur untuk masuk ke dalam Mosul.

Sementara, ISIS lewat kantor beritanya, Amaq, mengatakan akan melancarkan sekitar 10 serangan bunuh diri saat pasukan Irak dan AS bergerak mendekati Mosul.

Kepulan asap hitam terlihat di salah satu posisi ISIS di timur Mosul. Rupanya, kepulan asap hitam tersebut adalah pembakaran minyak yang digunakan untuk memblokir jalan pasukan Irak dan mengaburkan pandangan jet.

Di samping itu, sekitar satu juta warga sipil saat ini mendiami Mosul. Diperkirakan mereka akan mengungsi ke Suriah atau Turki jika operasi perebutan Mosul ini gagal.

Pemerintah Turki pun telah siap untuk menampung warga Irak yang sekiranya akan lari ke Turki, karena Turki adalah negara yang paling dekat dengan Irak.





(WIL)

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

20 minutes Ago

Tidak ada bukti bahwa pelaku serangan, Khalid Masood tergabung dalam kelompok radikal mana pun…

BERITA LAINNYA