Irak Jaga Rute untuk Warga yang Ingin Tinggalkan Mosul

Sonya Michaella    •    Rabu, 19 Oct 2016 10:12 WIB
isis
Irak Jaga Rute untuk Warga yang Ingin Tinggalkan Mosul
Warga sipil dijaga pasukan Irak lewati rute aman untuk tinggalkan Mosul (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mosul: Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengatakan rute aman telah dijaga ketat oleh pasukan Irak untuk jalan warga sipil yang ingin meninggalkan Mosul.

"Itu tugas koalisi AS untuk mencegah militan ISIS menahan warga sipil di markas mereka," kata al-Abadi, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/10/2016).

Presiden AS, Barack Obama pun memiliki keyakinan bahwa ISIS bisa diusir dari Mosul. Ia berharap bahwa ISIS bisa ditumpas sebelum dirinya meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2017.

Kelompok militan ISIS dilaporkan mulai menggunakan warga sipil untuk mengundang pasukan Iran dan Kurdi yang didukung Amerika Serikat, masuk ke desa-desa terpecil di Mosul.

Pemimpin ISIS dikabarkan berada di antara militan yang masih menjaga Mosul. Militan ISIS juga mencegah warga sipil melarikan diri dari Mosul dan mengarahkan mereka ke bangunan yang digunakan untuk markas ISIS.

"ISIS mulai menggunakan warga sipil sebagai korban sehingga serangan udara bisa salah sasaran," kata seorang warga Irak yang berhasil melarikan diri dari Mosul.

Saat ini, posisi pasukan Irak Kurdi pun masih sekitar 20 hingga 50 kilometer ke arah Mosul. Meskipun mulai bergerak ke Mosul, namun ISIS pun masih bertahan di sana.

Sebanyak 30.000 hingga 40.000 pasukan dikerahkan untuk merebut kembali kota Mosul dari tangan ISIS. Sementara, saat ini ada sekitar 8.000 militan ISIS yang terus mempertahankan Mosul.

Suara tembakan terdengar di sekitar Mosul. Pasukan Irak yang didukung angkatan udara AS ini pun terus mengerahkan kendaraan tempur untuk masuk ke dalam Mosul.

 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA