Serangan Ekstremis di Mali Tewaskan Penjaga Perdamaian PBB

Willy Haryono    •    Selasa, 04 Oct 2016 12:24 WIB
pbb
Serangan Ekstremis di Mali Tewaskan Penjaga Perdamaian PBB
Seorang personel MINUSMA bersiaga di lokasi ledakan yang mengenai sebuah mobil milik PBB di Kidal, Mali, 14 Juli 2016. (Foto: AFP/SOULEYMANE AG ANARA)

Metrotvnews.com, Kidal: Seorang penjaga perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tewas dan delapan lainnya terluka dalam sebuah serangan terhadap kamp mereka di Mali yang berbatasan dengan Aljazair, Senin (3/10/2016). 

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan terkoordinasi tersebut, yang ditujukan kepada personel MINUSMA di Mali. Ban menyebut serangan terhadap penjaga perdamaian adalah sebuah kejahatan perang. 

Korban tewas dalam serangan di kamp Aguelhok tersebut adalah penjaga perdamaian asal Chad. 

"Setelah terjadinya serangan mortir terhadap kamp Aguelhok, dua kendaraan militer dikerahkan dan mengenai sebuah bahan peledak yang berujung pada tewasnya satu anggota," ujar pernyataan MINUSMA, seperti dikutip AFP

Mali Utara jatuh ke tangan para ekstremis terafiliasi grup al-Qaeda pada awal 2012. 

Prancis mengintervensi pada Januari 2013 untuk mengusir ekstremis dari Mali, dan misi PBB dikerahkan beberapa bulan setelahnya. Namun sejumlah wilayah di Mali hingga saat ini tidak dikontrol pasukan pemerintah maupun PBB. 

Sejumlah analis mengatakan persaingan antar grup bersenjata di Mali berimbas pada memburuknya situasi keamanan di wilayah utara. 

Sebelumnya, Ban telah mengekspresikan kekhawatirannya atas pelanggaran gencatan senjata yang dibentuk di Mali tahun lalu. 

Satu prajurit PBB tewas dan empat lainnya terluka setelah kendaraan mereka terkena ledakan di Kidal, Mali, pada 7 Agustus. Semua korban berasal dari Chad. Total 32 personel MINUSMA tewas sepanjang tahun ini.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA