Pesawat Jatuh di Kosta Rika Akibat Angin Kencang

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 02 Jan 2018 04:07 WIB
pesawat jatuh
Pesawat Jatuh di Kosta Rika Akibat Angin Kencang
Ilustrasi pesawat jatuh. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Guanacaste: Angin kencang dianggap penyebab pesawat jatuh di Kosta Rika. Insiden itu menewaskan 12 orang.

Pejabat dan penduduk setempat mengatakan pesawat itu terbakar akibat benturan. "Ada banyak angin, sangat kuat," kata seorang penduduk di daerah tersebut kepada AFP, Selasa 2 Januari 2018.

Badan Penerbangan Sipil Kosta Rika mengatakan, pilot telah mencoba mendaratkan pesawat di Punta Islita. Namun, angin yang sangat kencang mengurungkan niat pilot.

Pesawat jatuh di Kosta Rika pada Minggu, 31 Desember 2017 waktu setempat. Kecelakaan tersebut menewaskan 12 orang, 10 di antaranya merupakan warga Amerika Serikat (AS).

Baca: Pesawat Jatuh di Kosta Rika, 12 Orang Tewas

Kecelakaan terjadi di pegunungan Punta Islita, yang populer di kalangan turis, di provinsi Guanacaste. Lokasi itu berada sekitar 230 km (140 mil) barat ibu kota San Jose.

"Mereka yang tewas termasuk 10 turis asing dan dua pilot dari Kosta Rika," ujar Direktur Badan Penerbangan Sipil Kosta Rika, Enio Cubillo.

Pesawat tersebut dioperasikan oleh Nature Air. Saat kejadian, Nature Air pun tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar dalam insiden tersebut.

Presiden Kosta Rika sejak 2010-2014, Laura Chinchilla menyatakan di akun twitternya, bahwa sepupunya merupakan salah satu anggota kru yang meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Guanacaste merupakan tujuan liburan populer, terutama sepanjang 2017. Lokasi yang berupa pantai dan hutan yang sunyi itu memberikan ketenangan bagi wisatawan yang 'melarikan diri' dari musim dingin di belahan bumi bagian utara.

Orang Amerika menjadi kelompok turis terbesar yang mengunjungi Kosta Rika.


(AGA)