Tindakan Trump Disebut Menabur Garam pada Luka Palestina

   •    Jumat, 08 Dec 2017 10:07 WIB
israel palestina
Tindakan Trump Disebut Menabur Garam pada Luka Palestina
Warga muslim di Chicago memprotes kebijakan Donald Trump atas keputusannya menyatakan Yerussalem adalah ibu kota Israel. (Foto: AP/Charles Rex)

Jakarta: Aktivis Kemanusiaan Indonesia di Palestina Abdullah Onim cukup lama bermukim di Palestina. Lebih dari 10 tahun Onim ikut merasakan penderitaan warga Palestina atas kekejaman yang dilakukan oleh Israel.

Sudah banyak luka yang dibuat Israel untuk Palestina hingga puncaknya pada beberapa hari lalu ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ibu kota Israel bukan lagi Tel Aviv melainkan Yerussalem.

Onim menuturkan kebijakan sepihak Trump tidak hanya melukai umat muslim namun juga Yahudi dan Nasrani yang hidup di negara tersebut.

"Bisa Saya katakan bahwa apa yang dilakukan Trump menabur garam di lukanya Palestina," ungkap Onim, dalam Metro Pagi Primetime, Jumat 8 Desember 2017.

Betapa tidak, tindakan Trump sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan Amerika Serikat pada 2014 lalu. Ketika konflik Palestina dan Israel kembali menyeruak pada tahun tersebut Amerika memberikan dukungan dengan menolak apa yang dilakukan oleh Israel.

"Tapi saat ini malah memberikan dukungan untuk melakukan konflik yang lebih besar di Palestina," katanya.

Onim mengingatkan bahwa kebijakan Trump atas Yerussalem bukan hanya mengguncang Palestina namun juga menimbulkan kecaman dari negara-negara lain di dunia termasuk Indonesia, Jerman, Kanada, Yordania, dan Mesir.

Menurut Dia, tak banyak yang diinginkan oleh Palestinan kecuali kedamaian hidup di tanah tersebut, seperti halnya umat muslim atau Nasrani yang tinggal di Indonesia.

"Karena itu salah satu tugas pokok Kita mendoakan mereka di sana karena Kita di Indonesia sangat jauh dan aksesnya sulit untuk sampai di sana," pintanya.




(MEL)