PM Irak Tak Ingin Ada Konflik dengan Kurdi

Sonya Michaella    •    Kamis, 05 Oct 2017 17:31 WIB
kurdi
PM Irak Tak Ingin Ada Konflik dengan Kurdi
Kurdi ingin memisahkan diri dari Irak. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Baghdad: Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyatakan bahwa ia tak ingin ada konflik bersenjata dengan warga Kurdi di negaranya.

Hal ini ia nyatakan setelah Kurdi kelar menyelenggarakan referendum untuk berpisah dari Irak.

"Kami tak ingin berkonfrontasi dengan senjtara, kami tak ingin bentrokan tetapi otoritas federal harus menang," kata Abadi, dikutip dari AFP, Kamis 5 Oktober 2017.

"Separatis tidak dapat diterima," tegas dia lagi. Abadi juga menolak adanya 92,7 persen warga Kurdi yang mendukung kemerdekaan Kurdi dari Irak.

Abadi juga meminta PM wilayah Kurdi, Masoud Barzani, untuk menyerahkan kendali bandara internasional, atau akan diberlakukan larangan penerbangan internasional langsung ke Kurdi.

Sementara, pemimpin Kurdi mengatakan bahwa referendum diadakan untuk memberi mereka mandat menegosiasikan pemisahan damai wilayah mereka dengan tetangga Irak yang kuat yakni Iran dan Turki.

Otoritas Penerbangan Sipil Irak mengirim sebuah pemberitahuan pada Rabu bagi maskapai penerbangan asing, dengan mengatakan bahwa penerbangan internasional ke Erbil dan Sulaimaniya di wilayah Kurdi akan dihentikan pada Jumat pukul 18.00 waktu setempat dan hanya penerbangan domestik yang diperbolehkan memasuki bandara.

Masyarakat di Irak utara memilih untuk mendukung kemerdekaan dalam hasil referendum yang tidak mengikat pada Senin awal pekan ini.

Setiap gagasan pemisahan diri ditentang dengan sengit oleh pemerintah di Baghdad, Turki dan Iran. Amerika Serikat mendesak para pemimpin Kurdi untuk membatalkan pemilihan tersebut.





(WIL)