Gara-Gara Prajurit Mabuk, 13 Orang di Kongo Tewas

Willy Haryono    •    Minggu, 25 Sep 2016 10:06 WIB
konflik kongo
Gara-Gara Prajurit Mabuk, 13 Orang di Kongo Tewas
Warga turun ke jalan dalam sebuah unjuk rasa di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, 19 Agustus 2016. (Foto: AFP/EDUARDO SOTERAS)

Metrotvnews.com, Beni: Sebanyak 13 orang tewas dalam suatu situasi kepanikan di Republik Demokratik Kongo, Sabtu (24/9/2016). 

"Insiden terjadi saat seorang prajurit berpakaian biasa yang mabuk minuman keras menembakkan senjata api. Semua orang panik," ujar Wali Kota Beni, Jean Edmond Nyonyi, seperti dikutip AFP

"Delapan orang tenggelam setelah mereka melompat ke sungai, empat lainnya tewas dalam kecelakaan dan satu terkena serangan jantung," sambung dia. 

Aksi kekerasan bersenjata api marak terjadi di Beni, sebuah kota yang tingkat keamanannya tidak stabil. 

Lebih dari 700 orang di Republik Demokratik Kongo tewas sejak Oktober 2014. Mereka tewas dalam pembantaian yang dituduh pemerintah dilakukan Pasukan Demokratik Sekutu (ADF), sebuah grup bersenjata asal Uganda.

Lima puluh orang tewas di Beni pada 13 Agustus, sebuah pembantaian yang memicu gelombang unjuk rasa di ibu kota Kinshasa.

Pada Senin, ribuan pendukung oposisi melakukan protes di kawasan kumuh Kinshasa. Demonstrasi tidak terkendali ketika para pemuda mengamuk di daerah sekitarnya, membakar toko, mengobrak-abrik bank, dan membunuh beberapa polisi.

Para pengunjuk rasa tampak memendam kebencian khusus pada kantor milik partai politik Kabila. Di sana, mereka membobol dinding bata berlubang setebal tiga meter, membakar gambar raksasa wajah Kabila dan kemudian menjarah meja-meja, kursi, komputer, dan TV layar datar.



(WIL)