CEAPAD Evaluasi Kebutuhan Rakyat Palestina

Fajar Nugraha    •    Kamis, 31 May 2018 15:14 WIB
palestinapalestina israel
CEAPAD Evaluasi Kebutuhan Rakyat Palestina
Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir (Foto:Medcom.id/Fajar)

Jakarta: Para pejabat senior anggota Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD), terus mengevaluasi kebutuhan yang diperlukan oleh rakyat Palestina.

Hal ini disebutkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir dalam pertemuan tingkat pejabat tinggi CEAPAD, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018.

"Pertemuan hari ini akan dibangun dari upaya dan hasil positif yang diraih di masa lalu," ujar Wamenlu Fachir.

"Sejak dibentuk 2013, CEAPAD menjadi sangat instrumental dalam menyediakan bantuan ekonomi dan pengembangan seperti bantuan teknis bagi warga Palestina," imbuhnya.

"Kami harap pertemuan hari ini akan memberikan evaluasi kebutuhan rakyat Palestina dan mengajukan kontribusi yang sesuai dari para tiap donor. Hal tersebut berdasarkan kondisi dan kemampuan donor," tegasnya.

Melihat kehadiran dari para delegasi membuktikan adanya solidaritas tak terbatas dari komunitas internasional bagi Palestina. 

Wamenlu menyoroti setelah 70 tahun Palestina berupa untuk merdeka, rakyatnya terus ditimpa kemalangan. Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk membuka kedutaannya di Yerusalem bahkan membahayakan upaya proses perdamaian.

Kondisi ini bahkan diikuti kekerasan yang dilakukan prajurit Israel di Perbatasan Gaza. "Indonesia mengecam pembunuhan terhadap warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak oleh prajurit Israel," jelas Wamenlu.

Hal tersebut menurut mantan Dubes RI untuk Arab Saudi itu membutuhkan upaya lebih keras bagi tiap negara memberikan bantuan ekonomi dan perkembangan untuk warga dan Pemerintah Palestina.

Indonesia melihat bahwa selain bantuan kemanusiaan, komunitas internasional harus mendukung upaya rekonstruksi dan pemulihan ekonomi Palestina.

 


(WAH)