Buka Jalan bagi Istrinya, Presiden Zimbabwe Pecat Wapres

Arpan Rahman    •    Selasa, 07 Nov 2017 14:35 WIB
zimbabwe
Buka Jalan bagi Istrinya, Presiden Zimbabwe Pecat Wapres
Ibu Negara Zimbabwe Grace Mugabe dalam sebuah acara di Harare, 5 November 2017. (Foto: AFP/JEKESAI NJIKIZANA)

Metrotvnews.com, Harare: Presiden Zimbabwe Robert Mugabe memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, Senin 6 November 2017. Pemimpin veteran tersebut memecat wakilnya untuk membuka jalan bagi sang istri, Grace Mugae, untuk menggantikannya sebagai orang nomor satu di Zimbabwe.

Mnangagwa dan Grace Mugabe disebut-sebut sebagai dua kandidat utama untuk menggantikan Mugabe yang sudah berusia 93 tahun.

"Wapres secara konsisten dan terus-menerus menunjukkan sifat ketidaksetiaan, tidak hormat, penuh tipu daya, dan tidak dapat diandalkan," ucap Menteri Informasi Simon Khaya Moyo dalam konferensi pers di Harare.

Sabtu kemarin Grace, yang dijuluki "Gucci Grace" atas kecanduannya berbelanja, secara terbuka mengancam akan memecat Mnangagwa. Seraya menuduhnya memperkaya faksi untuk mengumpulkan dukungan menjelang kongres partai berkuasa ZANU-PF pada Desember mendatang.

"Kita direndahkan dan dihina oleh Mnangagwa. Apakah saya membuat kesalahan dalam menunjuk dia sebagai wakil saya?" Presiden Mugabe bertanya kepada publik, seperti dikutip South China Morning Post, Selasa 7 November 2017.

Mugabe tidak memberi indikasi akan segera mundur dari jabatannya. Partai ZANU-PF-nya sudah menunjuknya sebagai kandidat untuk pemilihan umum presiden tahun depan.

Sejauh ini belum ada yang ditunjuk untuk menggantikan Mnangagwa. Penggantinya diperkirakan belum akan muncul sebelum kongres partai bulan depan. Phelekezela Mphoko saat ini masih menjabat sebagai wakil presiden kedua.

Tapi liga pemuda ZANU-PF dengan cepat mendukung Grace Mugabe untuk menggantikan Mnangagwa.

Partai oposisi utama MDC mengatakan bahwa langkah tersebut menunjukkan pemerintah tidak dapat dipercaya soal masa depan Zimbabwe.

"ZANU-PF telah berubah menjadi sebuah dinasti Mugabe. Kami mendesak warga Zimbabwe untuk bergabung dalam kubu oposisi besar dan menghadapi kediktatoran yang ambruk ini," kata juru bicara MDC Obert Gutu.


(WIL)